Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

25 September 2026 Berita 16 Views

34 Santri Bondowoso Siap Berlaga di PORSADIN VII Jawa Timur

BONDOWOSO (Humas) — Sebanyak 34 santri terpilih mewakili Kabupaten Bondowoso dalam ajang Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) ke-7 tingkat Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Lumajang. Pemberangkatan para peserta ditandai dengan prosesi pelepasan di Pendopo RBA Kabupaten Bondowoso, Jumat (25/9/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Fathur Rozi, dan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, H. Moh. Ali Masyhur, bersama Kepala Dinas Pendidikan, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Bondowoso, Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bondowoso, serta para pembina, pelatih, pendamping dan wali santri.

Dalam arahannya, Fathur Rozi mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang telah mempersiapkan para santri untuk berkompetisi di tingkat provinsi. Ia mengingatkan bahwa PORSADIN tidak hanya menjadi wadah untuk meraih prestasi, tetapi juga sarana pembelajaran, pengembangan kemampuan, pembentukan mental, dan memperluas persaudaraan antarsantri madrasah diniyah di Jawa Timur.

“Menang adalah harapan dan juara adalah dambaan, tetapi bukan satu-satunya tujuan. PORSADIN merupakan media pembelajaran dan kesempatan bagi anak-anak kita untuk menunjukkan prestasi, sekaligus membangun pengalaman dan karakter,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar para peserta senantiasa menjaga akhlak dan menjunjung tinggi sportivitas selama mengikuti perlombaan. Sebagai perwakilan daerah, para santri diharapkan mampu menunjukkan sikap santun, disiplin, percaya diri, dan saling menghargai. Baik saat memperoleh kemenangan maupun ketika hasil yang diraih belum sesuai harapan, para peserta diminta tetap rendah hati dan terus bersemangat.

“Kalau ditakdirkan menjadi juara, jangan jumawa. Jika belum berhasil, jangan berkecil hati. Yang paling utama adalah karakter dan akhlak yang baik,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Fathur Rozi juga menyampaikan penghargaan kepada para pembina, pelatih, pendamping, dan orang tua yang telah mencurahkan waktu, tenaga, serta doa demi mendukung keikutsertaan para santri. Ia berharap pengalaman dan pembelajaran selama mengikuti PORSADIN dapat dibagikan kepada santri lainnya, sehingga memberikan manfaat lebih luas bagi pengembangan pendidikan diniyah di Kabupaten Bondowoso.

Keikutsertaan 34 santri dalam ajang ini menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat, memperkuat rasa percaya diri, serta menjalin silaturahmi dengan peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Melalui kegiatan tersebut, para santri diharapkan dapat membawa pulang pengalaman berharga sekaligus mengamalkan nilai-nilai akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari.(Tim)