Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

05 October 2026 Berita 14 Views

Beasiswa untuk 40 Penerima dan Modal untuk 10 Pelaku UMKM, Kankemenag Bondowoso Hadirkan Manfaat Lewat KUA

BONDOWOSO (Humas) – Bagi sebagian penerima, bantuan itu mungkin tampak sederhana. Namun di baliknya ada harapan: biaya pendidikan yang sedikit terbantu, atau usaha kecil yang mulai punya ruang untuk tumbuh. Kabar baik tersebut disampaikan dalam apel pagi di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Senin (5/10/2026).

Bertindak sebagai pembina apel, Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Kankemenag Bondowoso, Agus Jaelani, melaporkan perkembangan Program Pemberdayaan Ekonomi Umat berbasis KUA. Program ini diarahkan untuk menghadirkan manfaat yang lebih dekat dengan masyarakat melalui penguatan peran Kantor Urusan Agama (KUA).

Melalui program tersebut, KUA tidak hanya dikenal sebagai tempat layanan pernikahan dan administrasi keagamaan, tetapi juga mulai berperan sebagai penggerak pemberdayaan ekonomi umat di tingkat paling dekat dengan warga.

Agus merinci, program ini menyasar dua bidang. Pertama, beasiswa untuk 40 penerima manfaat dengan total bantuan Rp20 juta. Kedua, bantuan untuk 10 pelaku UMKM dengan total Rp30 juta.

Dua sasaran itu menggambarkan pendekatan yang saling melengkapi: mendukung pendidikan sebagai investasi jangka panjang, sekaligus menggerakkan usaha kecil sebagai penopang ekonomi keluarga.

Agus berharap bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal oleh para penerima. Baginya, nilai bantuan bukan sekadar pada angka, melainkan pada dorongan yang dihasilkannya.

"Harapannya, bantuan ini benar-benar memberikan manfaat dan dapat menjadi dorongan bagi penerima untuk berkembang serta semakin mandiri," ujarnya.

Program ini pun diharapkan menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, agar penerima tidak hanya terbantu hari ini, tetapi juga mampu berdiri di atas kaki sendiri ke depan.

Dalam amanatnya, Agus juga mengingatkan jajaran Kankemenag agar terus menjaga tanggung jawab dalam setiap tugas. Menurutnya, pekerjaan kedinasan bukan hanya soal menyelesaikan tugas, tetapi juga memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.

Pesan itu sejalan dengan program yang dilaporkan: pelayanan yang baik diukur dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. 

Apel pagi tersebut sekaligus diwarnai serah terima amanah bendahara dari Nurul Hidayah kepada Mulyo Adi Susanto, yang sebelumnya bertugas di ruang Pendidikan Madrasah (Pendma). Pergantian ini menjadi bagian dari dinamika organisasi untuk memastikan tugas administrasi terus berjalan berkesinambungan.

Dengan memperkuat tata kelola dan tanggung jawab bersama, Kankemenag Bondowoso berkomitmen menghadirkan pelayanan yang semakin baik dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (Tim)