Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

06 October 2026 Berita 9 Views

Dari Penyuluh Agama ke Kursi Kepala KUA: Estafet Pengabdian di Tlogosari

BONDOWOSO (Humas)– Dulu ia berkeliling membina umat sebagai penyuluh agama. Kini, Moch. Arief Ashari memegang amanah yang lebih besar: memimpin Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tlogosari. Serah terima jabatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, menjadi penanda babak baru bagi KUA yang berada di garis depan pelayanan keagamaan masyarakat.

 

Prosesi serah terima disaksikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, H. Moh. Ali Masyhur, yang didampingi Kepala Seksi Bimas Islam, H. Suharyono.

 

Amanah Kepala KUA Tlogosari yang sebelumnya diemban Awalul Muttaqin kini diserahkan kepada Moch. Arief Ashari, yang sebelumnya bertugas sebagai penyuluh agama. Awalul Muttaqin sendiri tidak berhenti mengabdi. Ia mendapat amanah baru sebagai Kepala KUA Kecamatan Kota Bondowoso.

Dalam sambutannya, H. Moh. Ali Masyhur mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah yang memiliki masa. Pergantian, menurutnya, semestinya diterima sebagai bagian dari perjalanan pengabdian, bukan akhir dari sebuah peran.

 

"Jabatan itu ada waktunya untuk berganti. Yang paling penting adalah bagaimana amanah yang diberikan dapat kita jalankan dengan sebaik-baiknya dan memberikan manfaat bagi masyarakat," tuturnya.

 

Ia menyampaikan apresiasi kepada Awalul Muttaqin atas dedikasi selama bertugas di KUA Tlogosari. Kepada Arief Azhari, ia berpesan agar amanah baru dijalankan dengan penuh tanggung jawab sekaligus menjadi kesempatan menghadirkan semangat baru dalam pelayanan.

 

Setiap tempat penugasan, lanjutnya, memiliki tantangan dan karakter tersendiri. Namun satu hal tidak boleh berubah: semangat pengabdian sebagai landasan utama bekerja.

 

"Di mana pun kita ditempatkan, tugas kita tetap memberikan pelayanan terbaik. Terus belajar, beradaptasi, dan bekerja dengan ikhlas serta profesional," pesannya.

 

Bagi jajaran Kemenag Bondowoso, pergantian ini bukan sekadar perpindahan posisi. Ini adalah proses regenerasi yang menjaga agar layanan keagamaan di tengah masyarakat tetap berjalan baik dan tidak terputus.

 

Melalui estafet kepemimpinan ini, KUA Tlogosari diharapkan terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, responsif, dan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat. Karena di KUA, amanah boleh berganti, tetapi pengabdian tidak boleh berhenti.(Tim)