MoU Kemenag Bondowoso dan SMAN 2 Bondowoso, Perkuat Sinergi Moderasi Beragama melalui School Religious Culture
Bondowoso, (Humas) 24 Agustus 2026 — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso terus memperkuat sinergi dengan lembaga pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama dan penguatan karakter generasi muda. Hal tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemenag Bondowoso dan SMAN 2 Bondowoso, Senin (24/8/2026).
Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso dan dilakukan oleh Kepala Kankemenag Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI., bersama Kepala SMAN 2 Bondowoso, Holifah Nurazizah, S.Pd., M.Pd. Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso dan SMAN 2 Bondowoso.

Kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun lingkungan pendidikan yang mampu menumbuhkan sikap moderat, toleran, inklusif, serta menghargai keberagaman. Sinergi tersebut juga diarahkan pada pengembangan School Religious Culture (SRC) sebagai salah satu upaya memperkuat budaya positif dan nilai-nilai religius di lingkungan sekolah.
Kepala Kankemenag Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, menyampaikan bahwa penguatan moderasi beragama perlu dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, termasuk melalui lingkungan pendidikan.
“Moderasi beragama tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari. Sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai toleransi, saling menghargai, dan hidup berdampingan dalam keberagaman kepada generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara Kementerian Agama dan lembaga pendidikan merupakan langkah penting untuk membangun generasi yang memiliki pemahaman keagamaan yang baik sekaligus mampu menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat..
Melalui kerja sama ini, Kemenag Bondowoso dan SMAN 2 Bondowoso berkomitmen mendorong terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan berkarakter. Nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat tumbuh secara seimbang dengan semangat kebangsaan, toleransi, serta penghargaan terhadap perbedaan.
Penandatanganan MoU tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk memperluas kolaborasi dalam menghadirkan pembinaan keagamaan yang konstruktif bagi peserta didik, sehingga generasi muda Bondowoso diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berwawasan luas, serta mampu menjadi bagian dari upaya menjaga kerukunan dan harmoni di tengah masyarakat.(Tim)



