OMI 2026 di Bondowoso Diikuti 989 Siswa Madrasah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso Tekankan Sportivitas
BONDOWOSO (Humas) — Semangat berkompetisi sekaligus mengembangkan potensi siswa madrasah mewarnai pelaksanaan Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2026 di Kabupaten Bondowoso. Sebanyak 989 siswa dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) ambil bagian dalam ajang tersebut.
Pelaksanaan OMI 2026 tingkat Kabupaten Bondowoso berlangsung pada 7–9 September 2026, dengan MTsN 2 Bondowoso sebagai salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, H. Moh. Ali Masyhur, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, H. Tofan Hidayat, meninjau secara langsung pelaksanaan olimpiade. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan kegiatan berjalan dengan baik sekaligus memberikan motivasi kepada para peserta.
Di hadapan peserta, H. Moh. Ali Masyhur berpesan agar seluruh siswa mengikuti kompetisi dengan menjunjung tinggi sportivitas. Menurutnya, keberhasilan dalam sebuah kompetisi tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari proses, sikap, dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti perlombaan.
“Jaga sportivitas. Ikuti kompetisi dengan sungguh-sungguh dan jadikan kegiatan ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan serta menambah pengalaman,” pesannya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para siswa yang telah berani mengambil bagian dalam OMI 2026. Keikutsertaan dalam kompetisi, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi ruang bagi siswa madrasah untuk menunjukkan kemampuan terbaik sekaligus membangun kepercayaan diri.
Senada dengan Kepala Kantor, Kasi Pendidikan Madrasah H. Tofan Hidayat menyampaikan bahwa OMI menjadi salah satu ruang penting untuk memberikan kesempatan kepada siswa madrasah dalam mengembangkan potensi dan prestasinya.

“Yang terpenting adalah memberikan pengalaman berkompetisi kepada anak-anak. Mereka belajar untuk berusaha maksimal, menghargai peserta lain, dan menerima hasil dengan sikap yang baik,” ujarnya.
Dengan melibatkan ratusan siswa dari berbagai jenjang madrasah, pelaksanaan OMI 2026 di Bondowoso diharapkan tidak hanya melahirkan siswa berprestasi, tetapi juga menumbuhkan karakter kompetitif yang sehat, percaya diri, dan mampu menghargai proses.
Bagi para peserta, OMI bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, setiap soal, tantangan, dan pengalaman selama kompetisi menjadi bagian dari proses belajar untuk terus tumbuh dan memberikan yang terbaik bagi madrasah.(Tim)



