Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

28 September 2026 Berita 15 Views

Prestasi PORSADIN Harumkan Bondowoso, Santri Al-Ishlah Siap Wakili Jawa Timur di PPSN VI

BONDOWOSO (Humas) — Kabar membanggakan datang dari santri Kabupaten Bondowoso. Pada Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VII tingkat Provinsi Jawa Timur, kontingen Bondowoso meraih prestasi di tiga cabang lomba. Selain itu, Pondok Pesantren Al-Ishlah Dadapan, Kecamatan Grujugan, dipercaya mewakili Jawa Timur dalam Perkemahan Pramuka Santri Nasional (PPSN) VI di Kabupaten Malang.

Dua capaian tersebut disampaikan Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, H. Mohammad Noer Fauzan, saat menjadi pembina apel pagi, Senin (28/9/2026).

Dalam arahannya, Noer Fauzan mengapresiasi perjuangan para santri yang mengikuti PORSADIN VII di Kabupaten Lumajang pada 25–27 September 2026. Dari 17 cabang yang dilombakan dan diikuti 34 kabupaten/kota, Bondowoso membawa pulang tiga prestasi.

Prestasi tertinggi diraih Revi Mariska, yang menjadi Juara 1 cabang Murattal Wal Imla'. Capaian ini mengantarkannya mewakili Provinsi Jawa Timur pada PORSADIN tingkat nasional. Pada cabang Pidato Bahasa Arab, Hanifah Salsabila Bilqis meraih Juara Harapan 1, sedangkan cabang Cerdas Cermat menghasilkan Juara Harapan 3.

Berjuang dengan Semangat Kebersamaan

Prestasi ini terasa istimewa karena kontingen Bondowoso berangkat dengan persiapan yang sederhana. Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Bondowoso selaku penanggung jawab kafilah menyesuaikan rencana keberangkatan, termasuk transportasi, dengan kemampuan yang tersedia. Meski demikian, para santri tetap bersemangat dan berjuang memberikan hasil terbaik bagi daerah.

"Alhamdulillah, dengan segala keterbatasan yang ada, Bondowoso masih bisa menyumbangkan juara untuk kita semua, khususnya masyarakat Bondowoso. Mudah-mudahan melalui prestasi ini, nama Bondowoso semakin dikenal di tingkat Jawa Timur dan menjadi bukti bahwa pembinaan PORSADIN terus berjalan," ujarnya.

Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi untuk meningkatkan pembinaan santri, sekaligus mendorong lebih banyak generasi muda Bondowoso berani tampil dan berprestasi di berbagai bidang.

Al-Ishlah Dadapan Bawa Nama Jawa Timur

Noer Fauzan juga mengajak seluruh peserta apel mendukung dan mendoakan kontingen Jawa Timur yang akan mengikuti PPSN VI. Kegiatan nasional ini dijadwalkan berlangsung pada 30 September hingga 6 Oktober 2026 di Pondok Pesantren An-Nur 2 Al-Murtadlo, Bululawang, Kabupaten Malang.

PPSN VI diikuti sekitar 1.800 peserta dari 34 provinsi. Jawa Timur mengirim delapan umpi, terdiri atas empat umpi putra dan empat umpi putri. Setiap umpi beranggotakan delapan peserta dan satu pendamping.

Dalam kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Al-Ishlah Dadapan, Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, dipercaya menjadi wakil Jawa Timur. Kepercayaan ini menjadi kebanggaan bagi Bondowoso sekaligus kesempatan bagi para santri menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, dan semangat kepramukaan di tingkat nasional.

Noer Fauzan berharap para santri mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik, menjaga kekompakan, dan membawa nama baik daerah maupun provinsi. Ia juga memohon doa dari seluruh keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso agar kontingen diberi kelancaran dan mampu meraih prestasi.

"Semoga keikutsertaan Pondok Pesantren Al-Ishlah sebagai wakil Jawa Timur dapat memberikan kebanggaan bagi kita semua. Mohon doa dari seluruh hadirin, mudah-mudahan apa yang menjadi harapan kita dikabulkan oleh Allah SWT," tuturnya.

Melalui apel pagi tersebut, Kemenag Bondowoso tidak hanya menyampaikan informasi kedinasan, tetapi juga mengapresiasi perjuangan santri yang telah mengharumkan nama daerah. Prestasi di PORSADIN dan keikutsertaan dalam PPSN VI diharapkan menguatkan semangat pembinaan pendidikan keagamaan serta membuka kesempatan lebih luas bagi santri untuk berkembang.(Tim)