Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

02 October 2026 Berita 14 Views

Rihlah Ilmiah MAN Bondowoso Kenalkan Siswa pada Dunia Industri Ayam Frozen

Bondowoso (Humas) – Kamis (2/10/2026), siswa kelas unggulan MAN Bondowoso mengikuti kegiatan rihlah ilmiah ke PT Charoen Pokphand Indonesia yang berlokasi di Jalan Raya Situbondo, Demang, Besuk, Kecamatan Klabang, Kabupaten Bondowoso. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembelajaran di luar kelas untuk memperluas wawasan siswa sekaligus mengenalkan secara langsung proses kerja di dunia industri.

Kegiatan diawali dengan briefing dari tim keamanan perusahaan mengenai ketentuan selama berada di area produksi, termasuk sejumlah titik yang tidak diperbolehkan untuk direkam. Setelah itu, siswa mengikuti pengarahan dan sambutan dari Kepala MAN Bondowoso, H. Santoso, S.Ag., M.Pd., sebelum memulai kunjungan ke sejumlah bagian dalam proses produksi.

Santoso menyampaikan apresiasi kepada PT Charoen Pokphand Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada siswa MAN Bondowoso untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lingkungan industri. Menurutnya, kegiatan semacam ini penting agar siswa tidak hanya memahami materi melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga dapat melihat penerapannya dalam dunia kerja.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PT Charoen Pokphand Indonesia yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak kami untuk belajar langsung di sini. Kegiatan seperti ini sangat penting karena siswa dapat melihat secara nyata bagaimana dunia industri bekerja, tidak hanya mendapatkan teori di dalam kelas,” ungkap Santoso.

Ia juga berharap hubungan baik yang terjalin dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang mendukung program pendidikan di MAN Bondowoso.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini dan berharap silaturahmi serta kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut. Mudah-mudahan ke depan ada program-program madrasah lainnya yang dapat kita sinergikan bersama PT Charoen Pokphand Indonesia,” lanjutnya.

Dalam kunjungan tersebut, siswa mendapatkan kesempatan melihat secara langsung tahapan pengolahan produk ayam beku. Rangkaian kegiatan dimulai dari proses penyembelihan ayam, kemudian dilanjutkan dengan proses perebusan dan pembersihan bulu. Siswa selanjutnya melihat bagian auto evis, yaitu proses pemisahan organ dalam, hingga proses pencucian pada area scruceller yang memiliki kapasitas pengolahan mencapai 3 ton.

Kunjungan kemudian berlanjut ke area cut up dan clean, tempat ayam utuh dikemas serta dilakukan pemisahan bagian tulang dan daging. Siswa juga memperoleh gambaran mengenai proses marinasi yang menghasilkan produk untuk kebutuhan sejumlah merek, di antaranya Hisana dan CFC. Produk yang telah melalui tahapan tersebut selanjutnya melewati mesin detektor sebelum masuk ke proses IQF (Individual Quick Freezing) dan kemudian disimpan di gudang sebelum didistribusikan kepada pelanggan.

Selain mengamati proses produksi, siswa juga memperoleh penjelasan mengenai pengelolaan limbah industri. Salah satu siswa unggulan MAN Bondowoso, Naely Akmil Salsabila, berkesempatan mengajukan pertanyaan mengenai penanganan limbah yang dihasilkan selama proses produksi.

Dari penjelasan yang diterima, limbah yang dihasilkan antara lain berupa bulu, lemak, dan darah. Limbah cair dialirkan melalui saluran khusus dan dilakukan pengujian serta pelaporan kepada Dinas Lingkungan. Sementara itu, bulu ayam dipisahkan dan diolah menjadi tepung bulu yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ayam.

Melalui rihlah ilmiah tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai proses produksi ayam beku, tetapi juga melihat secara langsung penerapan prosedur kerja, teknologi, pengendalian mutu, hingga pengelolaan limbah dalam lingkungan industri. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan siswa mengenai dunia kerja serta membantu mereka menghubungkan pembelajaran di madrasah dengan penerapannya dalam kehidupan nyata.

(Humas MAN Bondowoso)