Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

11 June 2026 Berita 30 Views

25 Santri Tahfidz MIN 3 Bondowoso Jalani Munaqosah, Siap Menjadi Penjaga Kalam Ilahi

BONDOWOSO – Sebanyak 25 santri Tahfidz MIN 3 Bondowoso mengikuti Ujian Munaqosah Tahfidz Al-Qur’an Juz 30 dan Juz 1 di Aula MIN 3 Bondowoso, Kamis (11/6). Ujian tersebut menjadi tahapan penting untuk mengukur kualitas hafalan sekaligus membentuk karakter generasi Qur’ani yang mampu menjaga, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Suasana pelaksanaan munaqosah berlangsung khidmat. Para santri tampak mengikuti setiap rangkaian ujian dengan penuh percaya diri di hadapan tim penguji dari LPTQ Bondowoso.

Kepala MIN 3 Bondowoso, Kusuma Wardani, M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada seluruh ustaz, ustazah pembimbing, serta orang tua yang telah mendampingi para santri selama proses menghafal Al-Qur’an.

Menurutnya, keberhasilan program tahfidz merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara madrasah, keluarga, dan para pembimbing yang dengan sabar membina kemampuan hafalan para peserta didik.

Ia juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti munaqosah dengan penuh keyakinan, ketenangan, dan keikhlasan. Hafalan Al-Qur’an, katanya, bukan sekadar untuk diuji, tetapi harus menjadi pedoman hidup yang terus dijaga dan diamalkan sepanjang hayat.

"Jadikan Al-Qur’an sebagai sahabat dalam setiap langkah kehidupan. Teruslah belajar, menjaga hafalan, dan mengamalkan ajarannya sehingga mampu menjadi generasi yang membawa manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Tim Munaqqis LPTQ Bondowoso, Ustadz Husni dan Ustadz Husen, memberikan motivasi kepada para peserta. Keduanya menegaskan bahwa menjadi penghafal Al-Qur’an merupakan kemuliaan yang diberikan Allah SWT kepada hamba-hamba pilihan-Nya.

Namun, kemuliaan tersebut harus dijaga dengan keikhlasan dan kerendahan hati. Seorang hafidz tidak boleh merasa lebih baik dari orang lain karena banyaknya hafalan yang dimiliki, melainkan harus semakin dekat kepada Allah SWT dan semakin baik akhlaknya.

Mereka juga mengingatkan bahwa tantangan terbesar seorang penghafal Al-Qur’an bukan ketika menghafal, melainkan menjaga hafalan agar tetap kuat sepanjang hayat melalui murajaah yang rutin, membaca, memahami, serta mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Selama pelaksanaan ujian, para santri menunjukkan kemampuan terbaiknya saat menjawab pertanyaan, melanjutkan potongan ayat, serta menyetorkan hafalan di hadapan tim penguji. Kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh semangat.

Melalui pelaksanaan munaqosah ini, MIN 3 Bondowoso terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam hafalan, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, berprestasi, serta mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup di tengah perkembangan zaman.

Munaqosah tersebut diharapkan menjadi langkah awal bagi para santri untuk terus menjaga hafalan, meningkatkan kualitas diri, dan kelak menjadi penjaga kalam Allah yang memberi manfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.