Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

25 June 2026 Berita 38 Views

Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H, Kemenag Bondowoso Hadirkan Semangat Berbagi dan Kepedulian

Bondowoso (Zawa) Nuansa kebersamaan dan kepedulian mewarnai pelaksanaan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 H yang digelar Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso di Aula Kemenag Bondowoso, Kamis (25/6/2026). Mengusung tema “Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri: Menebar Maslahat, Menguatkan Umat”, kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan nasional yang terhubung secara virtual melalui Zoom Meeting bersama Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan tersebut turut dihadiri pimpinan Baznas Kabupaten Bondowoso, perwakilan BSI dan BRI, serta sejumlah tamu undangan yang bersama-sama memberikan dukungan dan motivasi kepada para penerima manfaat.

Dalam arahannya secara daring, Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menjelaskan bahwa bulan Muharram memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Selain menjadi awal tahun Hijriah, Muharram juga dikenal sebagai bulan yang sarat dengan nilai perdamaian dan penghormatan terhadap sesama.

 

Menurut Menteri Agama, ajaran Islam mengedepankan semangat toleransi, kasih sayang, dan kehidupan yang harmonis. Karena itu, momentum Muharram hendaknya dimanfaatkan untuk memperkuat akhlak mulia, meningkatkan kepedulian terhadap anak yatim, serta menumbuhkan penghormatan kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

 

dalam sambutannya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.H.I.,juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, di antaranya Baznas Kabupaten Bondowoso, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Rakyat Indonesia (BRI), para muzakki, donatur, serta berbagai mitra yang turut berkontribusi.

 

“Bantuan yang diberikan mungkin akan habis digunakan, tetapi kebahagiaan yang tercipta, senyum yang terukir, dan doa-doa tulus dari anak-anak kita akan menjadi amal kebaikan yang bernilai dan terus mengalir,” tuturnya.

 

Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso berharap semangat berbagi, kepedulian sosial, dan penghormatan terhadap sesama semakin tumbuh di tengah masyarakat. Muharram menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan sekaligus meneguhkan komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan yang inklusif, ramah, dan memberikan kesempatan yang setara bagi semua.(Tim)