660 Siswa MI At Taqwa Padati Manasik Haji Cilik 2025, Kankemenag Bondowoso Dorong Pembinaan Ibadah dan Karakter Sejak Dini
Bondowoso (Inmas)– Area miniatur haji di MI At Taqwa Bondowoso sejak pagi dipadati 660 siswa kelas 5 dan 6. Dengan mengenakan pakaian ihram serba putih, para siswa tampak antusias mengikuti rangkaian Manasik Haji Cilik 2025 yang dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI.
Kegiatan tahunan ini tidak hanya dihadiri jajaran Kemenag seperti Kasi Pendidikan Madrasah, H. Tofan Hidayat, S.Pd.I., M.Si, dan Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah, Drs. H. Astono, M.HI. , tetapi juga tokoh-tokoh penting Yayasan At Taqwa, seperti KH. Imam Barmawi Burhani, Ketua Yayasan At Taqwa Bondowoso, dan KH. Ahmad Sodiq, Ketua Takmir Masjid At Taqwa.

Dalam sambutannya, Kepala Kankemenag memberikan apresiasi khusus terhadap prestasi MI At Taqwa yang meraih Juara 2 (Perak) di ajang OMI Kementerian Agama.
“Semoga tahun depan bisa naik menjadi juara emas,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para wali santri yang turut mengawal proses pendidikan spiritual anak-anak.
“Ini kebahagiaan bersama. Anak-anak sedang melangkah menuju bagian terindah dari pahala Haji Mabrur,” katanya.
Di hadapan peserta, Kepala Kemenag menegaskan bahwa manasik bukan sekadar latihan rukun haji, tapi sarana pembentukan karakter.
“Esensi haji bukan hanya gerakannya. Anak-anak belajar sabar saat antre, tertib mengikuti arahan, disiplin, bekerja sama, dan rendah hati saat tawaf atau sa’i,” tuturnya.

Ia berharap pengalaman spiritual ini menjadi kenangan mendalam sekaligus fondasi pembentukan generasi berakhlak mulia.
“Tak menutup kemungkinan, kelak mereka menjadi haji yang membimbing masyarakat luas,” ujarnya.
Di akhir sambutannya, Kepala Kankemenag menyampaikan apresiasi kepada para guru, panitia, dan wali santri atas dedikasi mereka.
Dengan mengharap rida Allah SWT, ia kemudian secara resmi membuka Manasik Haji Cilik MI At Taqwa 2025.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan spiritual yang konsisten dilakukan madrasah, sebagai upaya menanamkan nilai ibadah dan karakter mulia sejak usia dini—nilai yang diharapkan tumbuh hingga dewasa kelak.(Tim)



