Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

20 April 2026 Berita 94 Views

Apel Pagi ASN Kemenag Bondowoso: Dari Rasa Syukur hingga Kepastian Hukum Aset KUA

Bondowoso (Humas)—Senin pagi, 20 April 2026, halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso kembali menjadi tempat berkumpulnya para Aparatur Sipil Negara (ASN). Apel pagi rutin digelar dengan khidmat, diikuti oleh ASN Kementerian Agama sekaligus ASN Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bondowoso.

Bertindak sebagai pembina apel, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Dr. H. Suharyono, S.Ag., M.H., membuka arahannya dengan mengajak seluruh peserta untuk tidak melupakan hal yang paling mendasar: rasa syukur.

Menurut pria kelahiran Jember ini, kesehatan dan kesempatan yang hadir setiap hari adalah modal utama untuk menjalankan tugas sebagai abdi negara dengan sepenuh hati.

"Jangan sampai rutinitas membuat kita lupa bersyukur. Justru dari rasa syukur itu lahir semangat pengabdian yang tulus," tegas Suharyono di hadapan para peserta apel.

Tak hanya soal motivasi, apel pagi kali ini juga menjadi forum penyampaian perkembangan program di Seksi Bimas Islam, khususnya menyangkut penataan dan legalitas aset Kantor Urusan Agama (KUA) di sejumlah kecamatan.

Kabar baik datang dari KUA Botolingo—proses sertifikasinya telah tuntas dan dokumen resmi sudah diserahkan kepada pihak terkait. Menyusul, KUA Tenggarang tengah memasuki tahap akhir penyelesaian sertifikasi dan diharapkan dapat dirampungkan dalam waktu dekat.

Sementara itu, dua KUA lain, yakni KUA Kecamatan Sumber Wringin dan Kecamatan Binakal, sedang menjalani proses pengajuan hak pakai. Selama ini, kedua kantor tersebut berdiri di atas lahan milik Pemerintah Daerah, sehingga diperlukan penataan administrasi guna memperoleh kepastian hukum sebagai aset Kementerian Agama. Proses ini telah melewati tahap survei oleh tim aset daerah dan kini menunggu persetujuan dari pihak berwenang.

Menutup arahannya, Suharyono kembali mengingatkan pentingnya menjaga komitmen dalam bekerja dan memohon kelancaran atas setiap ikhtiar yang sedang dijalani. Apel pagi pun ditutup dengan doa bersama—sebuah pengharapan agar setiap langkah pengabdian senantiasa mendapat ridha dan keberkahan. (Tim)