Apel Pagi Kemenag Bondowoso Kampanyekan Gerakan Ramah Anak dan Penguatan Transformasi Pendidikan Pesantren
Bondowoso (Humas)- Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso menggelar Apel Pagi pada Senin (13/7/2026) di halaman kantor. Kegiatan yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) ini menjadi momentum untuk memperkuat disiplin kerja, membangun sinergi, sekaligus mensosialisasikan berbagai program prioritas Kementerian Agama.
Bertindak sebagai pembina apel, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD. Pontren) Kankemenag Bondowoso, H. Mohammad Noer Fauzan, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan sejumlah arahan yang menitikberatkan pada penguatan peran keluarga, perlindungan terhadap anak, serta pengembangan sistem pendidikan pesantren.
Dalam amanatnya, Pengasuh Ponpes Al Hidayah ini juga mengapresiasi semakin meningkatnya partisipasi para ayah dalam Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS). Menurutnya, fenomena tersebut menunjukkan tumbuhnya kesadaran orang tua, khususnya ayah, untuk terlibat secara aktif dalam mendampingi pendidikan dan perkembangan anak sejak dini.

Selain itu, ia juga menginformasikan bahwa Menteri Agama telah meluncurkan Gerakan Nasional Pesantren dan Madrasah Ramah Anak (Gernas RANA) pada Minggu (12/7/2026) di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah, Depok. Sebagai tindak lanjut di daerah, peluncuran program tersebut di Kabupaten Bondowoso dilaksanakan di Pondok Pesantren Al-Hidayah dengan dihadiri Kasubbag Tata Usaha dan Kasi Pendidikan Madrasah.
Menurutnya, Gernas RANA merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan pesantren dan madrasah yang aman, nyaman, inklusif, serta berpihak pada kepentingan terbaik anak. Untuk itu, ia mengajak seluruh jajaran Kementerian Agama agar menjadi bagian dari gerakan pencegahan perundungan (bullying) dan segala bentuk kekerasan terhadap anak, sehingga satuan pendidikan benar-benar menjadi ruang yang kondusif bagi proses belajar dan pembentukan karakter.

Pada kesempatan tersebut, H. Moehammad Noer Fauzan juga menyampaikan informasi mengenai peluncuran Pendidikan Salafiyah Pengkajian Kitab Kuning (PSKK) sebagai bagian dari pengembangan pendidikan pesantren. Program ini merupakan transformasi dari Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) menuju sistem pendidikan yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa menghilangkan identitas dan kekhasan pesantren salaf, khususnya dalam tradisi pengkajian kitab kuning.
Melalui apel pagi ini, seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso diharapkan terus memperkuat komitmen dalam mendukung berbagai kebijakan strategis Kementerian Agama, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi generasi penerus bangsa.(Tim)



