Apel Senin: Astono Tegaskan Hoaks Petugas Haji dan Imbau Tunggu Penjelasan Resmi Soal Biaya Haji 2026
Bondowoso – Pagi itu udara terasa sejuk di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso. Matahari belum tinggi. Para ASN berdiri berbaris rapi mengikuti apel rutin setiap Senin (03/11).
Pembina apel kali ini, Drs. H. Astono, M.HI., berdiri di depan barisan. Seluruh pejabat dan ASN memperhatikan dengan hikmat. Ia membuka arahannya dengan sapaan singkat, lalu langsung masuk ke isu yang belakangan ramai di media sosial.
“Beredar informasi tentang pendaftaran petugas haji,” ujarnya. “Setelah dicek, informasi itu tidak benar. Hoaks.”
Ia menegaskan pentingnya kehati-hatian di era digital. Banyak kabar beredar cepat tanpa sumber jelas. “Jangan mudah percaya sebelum ada pengumuman resmi dari Kementerian Agama,” katanya.

Astono meminta para ASN menjadi contoh bagi masyarakat. Tidak tergesa membagikan informasi yang belum pasti. Tidak mudah terseret arus kabar yang menyesatkan. “Kita adalah bagian dari wajah Kementerian Agama. Integritas informasi ada di tangan kita,” ucapnya.
Selain menyoroti isu hoaks, Astono juga menyinggung kabar penyesuaian biaya haji tahun 2026 yang mulai ramai dibicarakan publik. Ia meminta semua pihak, terutama ASN Kemenag, menahan diri dari spekulasi. “Informasi soal biaya haji masih menunggu penjelasan resmi dari Kementerian Agama dan Kementerian Haji Arab Saudi,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa pembahasan biaya haji bukan hal sederhana. Prosesnya melibatkan banyak pihak, termasuk pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi. “Mari kita sampaikan informasi kepada masyarakat dengan hati-hati. Jangan membuat tafsir sendiri sebelum keputusan resmi keluar,” ujarnya.
Menurutnya, setiap isu publik yang menyangkut haji selalu menyita perhatian masyarakat luas. Karena itu, ASN di lingkungan Kemenag harus menjadi penyejuk dan sumber informasi yang benar. “Kita harus hadir dengan bahasa yang menenangkan, bukan memancing keresahan,” tambahnya.
Apel pagi yang berlangsung sekitar satu jam itu berjalan tertib dan khidmat. Suasana hening sesekali pecah oleh tepuk tangan ketika Astono menekankan pentingnya disiplin dan tanggung jawab.
Menjelang akhir apel, ia menegaskan kembali pesan utamanya: jaga integritas, kedisiplinan, dan kehati-hatian dalam menyikapi setiap informasi. “Bekerjalah dengan hati. Gunakan akal sehat. Jangan mudah percaya pada kabar yang belum pasti,” tutupnya.(tim)



