Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

30 May 2026 Berita 4 Views

Belajar Kurban dari Dekat, Siswa MIN 3 Bondowoso Saksikan Penyembelihan Kambing

Bondowoso – Suasana edukatif dan penuh makna tampak di lingkungan MIN 3 Bondowoso pada Sabtu (30/5/2026). Seluruh siswa mengikuti praktik penyembelihan hewan kurban berupa seekor kambing yang digelar madrasah sebagai bagian dari pembelajaran keagamaan dalam suasana Hari Raya Idul adha.

Kegiatan tersebut memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik untuk memahami tata cara penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam. Sebelum proses penyembelihan dilaksanakan, Ustaz Rofik memberikan penjelasan kepada para siswa mengenai ketentuan, adab, serta tata cara penyembelihan hewan kurban yang benar berdasarkan ajaran Islam. Dengan penuh antusias, para siswa menyimak setiap tahapan yang dijelaskan dan menyaksikan langsung proses penyembelihan dari jarak yang telah ditentukan.

Kepala MIN 3 Bondowoso, Kusuma Wardani, turut hadir dan menyaksikan kegiatan tersebut. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap upaya madrasah dalam menghadirkan pembelajaran kontekstual yang tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik nyata yang dapat memperkuat pemahaman keagamaan siswa.

Agar proses penyembelihan dan penanganan hewan kurban berlangsung lebih cepat dan tertib, para guru mendapat bantuan dari sejumlah wali siswa yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. Sinergi antara madrasah dan orang tua terlihat dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari proses penyembelihan hingga persiapan pengolahan daging kurban.

Daging hasil penyembelihan selanjutnya akan diolah dan disajikan untuk dinikmati bersama seluruh siswa di lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya belajar mengenai hukum dan tata cara berkurban, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.

Praktik penyembelihan hewan kurban tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang diharapkan mampu membentuk karakter religius siswa sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari.