Harjabo ke-207, Kemenag Bondowoso Apresiasi Semangat Generasi Muda dalam Pawai Budaya
Bondowoso (Humas) Semarak Hari Jadi Kabupaten Bondowoso (Harjabo) ke-207 terasa semakin meriah dengan digelarnya Pawai Budaya, Rabu (26/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenalkan sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap seni dan budaya daerah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI., turut hadir menyaksikan secara langsung rangkaian pawai. Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk dukungan Kementerian Agama terhadap partisipasi madrasah dalam kegiatan budaya yang melibatkan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan.
Dr. H. Moh. Ali Masyhur tampak memberikan semangat kepada para peserta, terutama siswa-siswi madrasah yang ikut ambil bagian dalam pawai. Ia mengapresiasi antusiasme dan kreativitas para peserta yang tampil membawa semangat generasi muda Bondowoso.
“Alhamdulillah, saya senang melihat penampilan putra-putri Bondowoso. Mereka tampil penuh semangat dan percaya diri. Ini merupakan hal positif untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda,” ungkapnya.
Pawai Budaya Harjabo ke-207 mengangkat tema “Harmoni Budaya dan Geopark Menuju Indonesia Berdaulat.” Tema tersebut menjadi pesan penting untuk terus menjaga kekayaan budaya sekaligus mengembangkan potensi daerah yang dimiliki Kabupaten Bondowoso.

Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso, Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., mengajak masyarakat menjadikan peringatan Harjabo bukan hanya sebagai perayaan tahunan, tetapi juga sebagai momentum untuk mengenang perjalanan sejarah Bondowoso serta memperkuat komitmen bersama dalam membangun daerah.
Bupati menuturkan bahwa perjalanan sejarah Bondowoso mengandung nilai keteladanan berupa keberanian, kearifan, kerja keras, dan semangat pantang menyerah. Nilai tersebut diharapkan dapat terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bekal dalam melanjutkan pembangunan daerah.
Menurutnya, keterlibatan pelajar dalam Pawai Budaya menjadi langkah strategis untuk memberikan ruang kepada generasi muda dalam mengenal dan melestarikan seni tradisi. Para peserta berasal dari jenjang SD/MI, SMP/MTs hingga SMA/SMK/MA, dengan menampilkan berbagai potensi seni dan budaya daerah, termasuk Tari Singo Ulung dan Tari Topeng Konah.
Selain itu, potensi Ijen UNESCO Global Geopark juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan alam Bondowoso kepada generasi penerus.

“Budaya lokal dan Geopark merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter generasi penerus Kabupaten Bondowoso,” kata Bupati.
Ia juga mengajak masyarakat menjaga kebersamaan, ketertiban, kebersihan, serta keselamatan selama pelaksanaan pawai. Menurutnya, keberhasilan kegiatan tidak hanya ditentukan oleh kemeriahan acara, tetapi juga oleh kepedulian seluruh masyarakat dalam menjaga lingkungan dan kenyamanan bersama.
Sementara itu, Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso memandang keterlibatan madrasah dalam Pawai Budaya sebagai ruang positif bagi peserta didik untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan kepercayaan diri, sekaligus memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal.
Kepala Kankemenag Bondowoso berharap partisipasi tersebut dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan positif di lingkungan madrasah.
“Semoga anak-anak kita terus berkembang menjadi generasi yang berprestasi, percaya diri, berkarakter, serta memiliki kecintaan terhadap seni dan budaya daerah. Mereka adalah bagian penting dari masa depan Bondowoso,” pungkasnya.(Tim)



