Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim Lakukan Pembinaan di MTsN 1 Bondowoso
Bondowoso — Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Pendidikan Madrasah melaksanakan kegiatan pembinaan tenaga pendidik dan kependidikan MTsN 1 Bondowoso dan MIN 2 Bondowoso. Kegiatan tersebut digelar di Aula MTsN 1 Bondowoso dan diikuti oleh para guru serta tenaga kependidikan, berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian.
Kegiatan pembinaan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Dr. Sugiyo, M.Pd., serta Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Bondowoso, H. Tofan Hidayat, S.Pd.I., M.Si.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI, menyampaikan bahwa kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pendidikan madrasah.
“Kita berharap momen pembinaan ini dapat dijadikan sebagai penguat komitmen kita bersama, sekaligus memperkokoh mutu pelayanan pendidikan, khususnya dalam mendidik dan membina peserta didik di madrasah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Dr. Sugiyo, M.Pd., dalam arahannya menekankan pentingnya peran guru yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berfokus pada pembentukan karakter peserta didik.
Menurut Dr. Sugiyo, tantangan pendidikan madrasah saat ini tidak hanya berkaitan dengan capaian akademik, tetapi juga bagaimana nilai-nilai akhlak dapat terinternalisasi dalam perilaku nyata siswa. Ia mengingatkan agar penilaian pendidikan tidak semata-mata berorientasi pada angka, melainkan juga mencerminkan sikap dan karakter.
“Pemahaman nilai-nilai akhlak harus tercermin dalam perilaku sehari-hari. Pendidikan madrasah memiliki peran strategis untuk memastikan keseimbangan antara pengetahuan dan pembentukan karakter,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti harapan masyarakat terhadap madrasah, khususnya dalam membekali peserta didik dengan kemampuan keagamaan yang aplikatif, seperti kemampuan membaca Al-Qur’an dan pembiasaan ibadah. Oleh karena itu, madrasah didorong untuk melakukan pemantauan perkembangan kemampuan siswa secara berkelanjutan dan terukur.

Dalam menghadapi perkembangan teknologi, Dr. Sugiyo menegaskan bahwa kemajuan kecerdasan buatan dan platform digital perlu disikapi secara bijak. Teknologi dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pembelajaran, namun tidak dapat menggantikan peran guru dalam membimbing karakter dan nilai-nilai kemanusiaan.
Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan para tenaga pendidik dan kependidikan di lingkungan madrasah semakin termotivasi untuk meningkatkan profesionalisme, memperkuat pembinaan karakter, serta terus beradaptasi dengan tantangan pendidikan di era modern.(Tim)



