KAJU MANIS MAN Bondowoso Perkuat Spirit Keteladanan Rasulullah bagi Pendidik
Bondowoso (Humas) – Guru dan tenaga kependidikan MAN Bondowoso kembali mengikuti KAJU MANIS (Kajian Jumat Manis), kajian rutin yang diselenggarakan setiap Jumat Manis sebagai wadah pembinaan spiritual dan penguatan wawasan keislaman bagi seluruh pendidik. Bertepatan dengan memasuki bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, kajian kali ini menghadirkan Pengasuh Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Nurul Burhan, Abah Imam Barmawi Burhan, yang menyampaikan materi tentang keteladanan Rasulullah SAW sebagai ruh dalam dunia pendidikan.
Dalam tausiyahnya, Abah Imam Barmawi Burhan mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan menjadikan momentum bulan Maulid sebagai sarana memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui pengamalan nilai-nilai yang beliau wariskan. Menurutnya, hakikat mencintai Rasulullah tidak hanya diwujudkan melalui peringatan Maulid, tetapi juga dengan meneladani akhlak serta menjalankan misi kerasulan dalam kehidupan sehari-hari.
Abah Imam mengutip riwayat ketika Sayyidah Aisyah RA ditanya mengenai akhlak Rasulullah SAW. Beliau menjawab, "Akhlak beliau adalah Al-Qur'an." Jawaban tersebut menjadi penegasan bahwa seluruh perilaku Rasulullah merupakan cerminan dari nilai-nilai Al-Qur'an yang semestinya menjadi pedoman hidup bagi setiap muslim, terlebih bagi seorang pendidik.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa misi kerasulan Nabi Muhammad SAW sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 129 dan 151, Ali Imran ayat 164, serta Al-Jumu'ah ayat 2, berpusat pada tiga tugas utama, yaitu tilawah, tazkiyah, dan ta'lim. Ketiga nilai tersebut kemudian dipertegas melalui Surah Al-Ahzab ayat 21, yang menegaskan bahwa Rasulullah SAW merupakan teladan terbaik bagi umat manusia.
Menurut Abah Imam, apabila disimpulkan, seseorang yang ingin meraih kesuksesan hendaknya membangun kehidupannya melalui tiga pilar tersebut, yakni tilawah sebagai upaya mendekatkan diri kepada Al-Qur'an, tazkiyah sebagai proses penyucian jiwa dan akhlak, serta ta'lim sebagai ikhtiar menebarkan ilmu yang bermanfaat. Ketiga nilai itu pula yang menjadi amanah utama bagi setiap lembaga pendidikan dalam mencetak generasi yang unggul secara intelektual sekaligus mulia akhlaknya.
Kepala MAN Bondowoso, Santoso, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa KAJU MANIS merupakan agenda pembinaan rutin yang memiliki peran penting dalam memperkuat kapasitas spiritual guru dan tenaga kependidikan. Menurutnya, kajian tersebut menjadi pengingat bahwa tugas pendidik tidak hanya menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan keteladanan bagi peserta didik.
"Momentum bulan Maulid menjadi kesempatan bagi kita semua untuk kembali meneladani Rasulullah SAW sebagai pendidik terbaik. Nilai-nilai tilawah, tazkiyah, dan ta'lim yang disampaikan dalam kajian ini menjadi penguat bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan agar terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membentuk generasi yang berakhlak mulia, berkarakter, serta menjadikan Al-Qur'an sebagai pedoman hidup," ujar Santoso.
Melalui KAJU MANIS, MAN Bondowoso terus berkomitmen menghadirkan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan bagi guru dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan madrasah. Diharapkan, nilai-nilai tilawah, tazkiyah, dan ta'lim senantiasa menjadi landasan dalam mewujudkan pendidikan madrasah yang unggul, humanis, dan berorientasi pada pembentukan karakter Islami.
(Humas MAN Bondowoso)




