Porsadin VII Bondowoso Resmi Dibuka, 782 Santri Siap Berkompetisi
Bondowoso (Humas) — Semangat para santri Madrasah Diniyah mewarnai pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VII Tingkat Kabupaten Bondowoso Tahun 2026 yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Hidayah Nawawi, Kujikan. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menggali potensi santri sekaligus mempererat silaturahmi antarlembaga Madrasah Diniyah di Kabupaten Bondowoso. Pada Minggu, 23 Agustus 2026

Pembukaan dihadiri Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i, S.E., yang sekaligus menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah Nawawi sebagai tuan rumah, Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso H. Ahmad Dhafir, S.H., Ketua l DPRD Bondowoso , Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.H.I., Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Bondowoso H. Mohammad Noer Fauzan, S.Ag., M.Pd.I., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Ketua FKDT Kabupaten Bondowoso Ustadz Bahrullah, S.Pd., jajaran Forkopimcam , panitia dan dewan juri, serta para kepala Madrasah Diniyah, ustadz, ustadzah, pembina dan peserta Porsadin.

Dalam sambutannya, Bupati Bondowoso Dr. H. Abdul Hamid Wahid, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya Porsadin VII, khususnya jajaran FKDT, panitia, dan keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Hidayah Nawawi yang telah menjadi tuan rumah.
Menurutnya, keberadaan Madrasah Diniyah mempunyai posisi penting dalam membentuk karakter dan akhlak generasi muda. Pendidikan diniyah tidak hanya memberikan bekal pengetahuan keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai moral, spiritualitas, dan kepribadian yang menjadi bekal santri dalam menghadapi perkembangan zaman.
“Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan terus mendukung eksistensi dan kemajuan Madrasah Diniyah demi melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berakhlakul karimah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati menilai Porsadin bukan sekadar ajang untuk meraih juara. Kegiatan ini menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan, membangun mental kompetitif, sekaligus belajar menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran.
Ia berharap para peserta dapat mengikuti seluruh perlombaan dengan penuh semangat dan menjadikan setiap proses sebagai pengalaman berharga.
“Menang adalah hasil dan bukan tujuan, tetapi bermental pemenang menjadi sangat penting dan menjadi modal dalam perjuangan kader-kader kita ke depan,” pesannya.
Pelaksanaan Porsadin VII Tingkat Kabupaten Bondowoso sendiri merupakan tahapan seleksi berjenjang yang telah dimulai sejak Juni 2026. Seleksi berlangsung mulai dari tingkat desa atau lembaga, dilanjutkan ke tingkat kecamatan, hingga akhirnya memasuki tingkat kabupaten.
Pada tahap kabupaten, sebanyak 782 peserta yang merupakan juara tingkat kecamatan mengikuti berbagai cabang perlombaan olahraga dan seni. Para peserta terbaik nantinya akan dipersiapkan untuk membawa nama Bondowoso pada Porsadin VII Tingkat Provinsi Jawa Timur.
Juara pertama dari masing-masing cabang di tingkat kabupaten akan menjadi bagian dari kontingen Bondowoso yang dijadwalkan mengikuti Porsadin Tingkat Provinsi Jawa Timur pada 25 September 2026 di Kabupaten Lumajang.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI berharap proses seleksi dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan peserta terbaik yang mampu bersaing di tingkat provinsi.
Di sisi lain, Porsadin juga diharapkan menjadi sarana memperkuat hubungan antarsantri, guru, pembina, dan pengelola Madrasah Diniyah. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun generasi santri yang berprestasi, berkarakter, dan berakhlakul karimah.
Dengan mengedepankan sportivitas, persaudaraan, dan semangat berprestasi, Porsadin VII Tingkat Kabupaten Bondowoso resmi dimulai. Seluruh peserta diharapkan mampu memberikan kemampuan terbaik sekaligus membawa semangat positif bagi kemajuan pendidikan diniyah di Bondowoso.(Tim)



