Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

20 July 2026 Berita 61 Views

Kemenag Bondowoso Gelar Apel Pagi dan Penandatanganan MoU dengan Institut KH Yazid Karimullah Jember, Optimalisasi SDM dan Kolaborasi Pendidikan

Bondowoso (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso menggelar apel pagi pada Senin (20/7/2026) di halaman kantor setempat. Kegiatan yang diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut dipimpin oleh Pembina Apel, Dr. H. Suharyono, S.Ag., M.H. Usai apel, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso dan Institut KH Yazid Karimullah Jember sebagai bentuk penguatan sinergi di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam amanatnya, Suharyono menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin profesional. Ia menyampaikan sejumlah agenda strategis, mulai dari peningkatan kompetensi ASN, pemenuhan kebutuhan SDM pada Kantor Urusan Agama (KUA), hingga pengembangan sarana dan prasarana guna mendukung layanan keagamaan yang lebih optimal.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pelaksanaan Uji Kompetensi (Ukom) Penyuluh Agama. Tahun ini, Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso mengirimkan tiga peserta, terdiri atas dua orang yang mengikuti Ukom kenaikan jenjang dari Penyuluh Ahli Pertama ke Penyuluh Ahli Muda dan satu orang dari Penyuluh Ahli Muda ke Penyuluh Ahli Madya.

Suharyono menjelaskan bahwa pelaksanaan Ukom diawali dengan pembukaan secara daring melalui Zoom, dilanjutkan gladi bersih, kemudian ujian nasional berbasis Computer Assisted Test (CAT). Pada pelaksanaannya, Tim Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso mendapat amanah sebagai pengawas ujian.

Ia berharap seluruh peserta mampu mengikuti setiap tahapan dengan baik dan memperoleh hasil terbaik sebagai bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme penyuluh agama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Selain itu, Suharyono juga menyampaikan perkembangan pemenuhan kebutuhan sumber daya manusia pada jabatan fungsional Penghulu. Menurutnya, Kementerian Agama terus berupaya memenuhi kebutuhan tersebut secara bertahap melalui mekanisme yang berlaku, termasuk pengembangan karier dan peningkatan kompetensi aparatur.

Ia turut menginformasikan bahwa proses pengisian jabatan Kepala KUA pada sejumlah kecamatan yang saat ini masih dijabat oleh pelaksana tugas terus diupayakan agar penyelenggaraan layanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan optimal.

Di bidang sarana dan prasarana, Suharyono memaparkan perkembangan rencana pengadaan lahan untuk KUA Tapen yang telah memasuki tahapan administrasi. Setelah proses administrasi dan sertifikasi aset selesai, lahan tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan fasilitas KUA melalui mekanisme pembiayaan pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, terkait KUA Sukosari, Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak mengenai penataan aset sebagai bagian dari upaya menghadirkan lokasi pelayanan yang lebih representatif serta mendukung pengembangan sarana KUA pada masa mendatang.

Usai pelaksanaan apel, Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso melanjutkan kegiatan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Institut KH Yazid Karimullah Jember. Kerja sama ini difokuskan pada penguatan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) bagi mahasiswa.

Melalui kerja sama tersebut, kedua institusi berkomitmen untuk saling mendukung dalam pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas akademik, serta pelaksanaan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu melalui kegiatan PPL di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, kerja sama ini juga membuka peluang kolaborasi dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang relevan dengan kebutuhan daerah.

Menutup amanatnya, Suharyono mengajak seluruh ASN Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso untuk terus memperkuat sinergi, meningkatkan integritas, profesionalisme, serta memberikan pelayanan yang cepat, responsif, dan berkualitas kepada masyarakat sebagai implementasi nilai-nilai ASN Kementerian Agama. Penandatanganan MoU tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat kemitraan antara dunia pendidikan tinggi dan Kementerian Agama guna mendukung peningkatan kualitas layanan keagamaan, pendidikan, dan pengabdian kepada masyarakat.(Tim)