Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

19 November 2025 Berita 87 Views

Kemenag Bondowoso Pacu Inovasi Guru PAI, Ali Masyhur: Profesionalitas adalah Kehormatan

Bondowoso (Inmas) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI, membuka kegiatan Peningkatan Kompetensi dan Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat Kabupaten Bondowoso, Selasa (19/11), di Meeting Room Ijen View Hotel and Resort. Acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kapasitas guru PAI agar lebih kreatif, adaptif, dan selaras dengan tuntutan pendidikan modern.

Hadir pula Kabid Pendidikan Agama Islam Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. H. Moh. Amal Burhanudin, M.Pd.I; Syahril Mohyi, Ketua Tim Data dan Perencanaan; Kasi PAIS Kemenag Bondowoso, H. Ibrahim, S.Ag., M.Pd.; narasumber Jurotul Munawaroh; serta jajaran pengawas, pengurus MGMP dan KKG PAI, dan ratusan Guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan.

Acara dibuka secara resmi dengan bacaan Bismillāhirraḥmānirraḥīm, mengiringi harapan agar kegiatan berjalan lancar dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran PAI. Dalam sambutannya, Ali Masyhur menegaskan bahwa penguatan kompetensi guru bukan hanya agenda teknis, melainkan strategi besar untuk membentuk generasi yang berkarakter.

“Ini bukan kegiatan administratif semata. Ini langkah strategis memastikan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin tertanam kuat melalui guru-guru yang kreatif, inspiratif, dan mampu membaca perubahan zaman,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa sekitar seratus guru dan pengawas yang hadir merupakan garda depan dalam membentuk karakter peserta didik.

“Saya berharap lahir ide-ide kreatif, tumbuh jejaring kolaboratif, dan terbangun komitmen bahwa profesionalitas bukan sekadar kewajiban, tetapi kehormatan bagi setiap pendidik,” tegasnya.

Pada sesi berikutnya, Kabid PAI Kanwil Kemenag Jatim, Amal Burhanudin, menyampaikan apresiasi kepada pengawas GPAI Bondowoso. Ia menilai para pengawas bekerja telaten dalam mendampingi guru PAI yang jumlahnya besar dengan tantangan yang beragam.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai penguatan kompetensi dan inovasi pembelajaran, disertai diskusi interaktif yang mengajak peserta berbagi pengalaman, gagasan, dan strategi pembelajaran. Antusiasme peserta menunjukkan kesadaran kolektif bahwa pembaruan pembelajaran PAI adalah keharusan di tengah perubahan zaman.

Kegiatan ini diharapkan menjadi landasan baru untuk menghadirkan pembelajaran PAI yang tidak hanya informatif, tetapi juga menyentuh, membentuk akhlak, dan memberi keteladanan.(Tim)