Kepala Kemenag Bondowoso Hadiri Pengukuhan Pengurus MUI Kecamatan se-Kabupaten Bondowoso Masa Khidmat 2026–2031
Bondowoso (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI, menghadiri Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan se-Kabupaten Bondowoso Masa Khidmat 2026–2031 yang digelar di Aula Sabha Bina Praja Pemerintah Kabupaten Bondowoso, Sabtu (1/8/2026).

Kehadiran Kepala Kankemenag Bondowoso menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan eksistensi MUI sebagai mitra strategis pemerintah dalam membina kehidupan keagamaan, memperkokoh kerukunan umat, serta menjaga harmoni sosial di tengah dinamika kehidupan bermasyarakat.
Prosesi pengukuhan berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Wakil Bupati Bondowoso, jajaran pengurus MUI Kabupaten Bondowoso, para pengurus MUI Kecamatan yang dikukuhkan, pimpinan organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Ketua MUI Kabupaten Bondowoso, KH. Asyari Fasha, Lc. mengajak seluruh pengurus yang baru dikukuhkan untuk menjadikan amanah kepengurusan sebagai ladang pengabdian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada umat sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah demi terwujudnya kehidupan keagamaan yang damai, harmonis, dan penuh kemaslahatan.
Ia menegaskan bahwa MUI memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam bidang keagamaan. Karena itu, hubungan yang harmonis antara ulama dan pemerintah perlu terus dipelihara agar berbagai program pembangunan, khususnya yang berkaitan dengan pembinaan kehidupan beragama, dapat berjalan selaras dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, MUI juga memikul tanggung jawab besar dalam menjaga kemurnian akidah umat, memelihara kehidupan beragama yang kondusif, mendukung keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, serta memberikan bimbingan dan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Seluruh amanah tersebut, lanjutnya, harus dijalankan dengan penuh kebijaksanaan, mengedepankan nilai-nilai Islam yang moderat serta berorientasi pada kemaslahatan umat.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Bondowoso, As'ad Yahya Syafi'i, S.E. menyampaikan apresiasi atas dikukuhkannya kepengurusan MUI Kecamatan se-Kabupaten Bondowoso. Ia menilai momentum tersebut menjadi penguat kolaborasi antara pemerintah daerah dan para ulama dalam menjaga persatuan, mempererat kerukunan, serta membangun masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.
Ia menegaskan bahwa MUI merupakan mitra strategis pemerintah daerah dalam membina moral masyarakat, menguatkan moderasi beragama, dan menjaga keharmonisan kehidupan sosial. Menurutnya, pengurus MUI di tingkat kecamatan memiliki peran yang sangat penting karena berinteraksi langsung dengan masyarakat sehingga mampu menjadi penghubung antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil umat.
Wakil Bupati juga menyampaikan tiga harapan kepada para pengurus yang baru dikukuhkan, yakni memperkuat pembinaan keagamaan yang menyejukkan dan moderat, mendukung program pembangunan daerah terutama di bidang pengentasan kemiskinan, pendidikan keagamaan, serta pemberdayaan ekonomi umat, dan mempererat sinergi antara ulama dan umara sebagai fondasi dalam mewujudkan Bondowoso yang maju, religius, aman, dan sejahtera.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bondowoso berkomitmen untuk terus menjalin kerja sama dengan MUI dalam berbagai program keagamaan maupun sosial kemasyarakatan. Sinergi yang terbangun antara pemerintah, ulama, dan seluruh komponen masyarakat diyakini menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas daerah sekaligus mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat.
Melalui pengukuhan ini, kepengurusan MUI Kecamatan se-Kabupaten Bondowoso Masa Khidmat 2026–2031 diharapkan mampu mengemban amanah organisasi dengan penuh integritas, memperkuat pelayanan keagamaan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta terus berkontribusi sebagai mitra pemerintah dalam menghadirkan kehidupan masyarakat Bondowoso yang rukun, damai, religius, dan berkeadaban.(Tim)



