Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

12 December 2025 Berita 89 Views

Kepemimpinan adalah Amanah: Kemenag Jatim Lantik Kepala Madrasah Baru

Surabaya (Inmas)– Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso turut menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Fungsional Guru dengan tugas tambahan sebagai Kepala Madrasah di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (12/2). Acara yang digelar di Surabaya ini menjadi langkah strategis dalam upaya memperkuat kualitas tata kelola dan kepemimpinan madrasah di wilayah Jawa Timur.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bachtiar, M.Pd, menegaskan bahwa kepemimpinan merupakan amanah yang berasal dari Allah SWT. Oleh karena itu, para pejabat yang dilantik wajib menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan kesungguhan sesuai sumpah jabatan. Ia mengingatkan bahwa seorang kepala madrasah adalah pemimpin yang dipilih untuk membawa kemaslahatan, sehingga tidak boleh menyepelekan amanah yang telah diberikan.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa amanah kepemimpinan harus ditopang oleh kompetensi yang memadai. Kepala madrasah dituntut untuk mampu melayani peserta didik yang memiliki kebutuhan dan cita-cita beragam. Setiap kebijakan harus berlandaskan kebutuhan nyata murid, perkembangan masyarakat, ilmu pengetahuan, serta tuntutan zaman yang terus bergerak menuju era digital. Tanpa kompetensi yang kuat, amanah sebesar apa pun tidak akan memberikan hasil yang maksimal.

Dr. Akhmad Sruji Bachtiar juga menyoroti pentingnya kompetensi manajerial dan sosial sebagai fondasi kepemimpinan. Perencanaan harus diawali evaluasi diri madrasah, dilanjutkan pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang berkesinambungan. Selain itu, kepala madrasah harus mampu membangun komunikasi efektif dan kerja sama erat dengan guru, tenaga kependidikan, dan para stakeholder. Ia menegaskan bahwa pemimpin tidak boleh bekerja seperti “Superman”, melainkan harus membangun “super team” yang saling melengkapi demi kemajuan bersama. Dengan penguatan kompetensi sosial dan kerja tim yang solid, diharapkan madrasah dapat berkembang lebih unggul dan adaptif dalam menghadapi tantangan zaman. (Tim)