KKM 4 MTs Bondowoso Selenggarakan Pelatihan Kepemimpinan dan Tata Kelola Madrasah Berbasis Digital
Bondowoso (Humas) — Upaya penguatan kualitas kepemimpinan dan tata kelola madrasah berbasis digital terus digencarkan. KKM 4 MTs Kabupaten Bondowoso menyelenggarakan Pelatihan Penguatan Kepemimpinan dan Tata Kelola Madrasah Berbasis Digital sebagai bagian dari Program Pemberdayaan KKM Direktorat Jenderal GTK Madrasah Kementerian Agama Tahun 2025, yang diikuti para kepala madrasah dan tenaga pendidik di lingkungan KKM 4. Senin (12/1/2026), bertempat di MTs Bastanul Ulum, Grujugan Lor.
Kegiatan yang diikuti oleh 32 peserta yang terdiri dari kepala madrasah dan tenaga pendidik di lingkungan KKM 4 tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Topan Hidayat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan Bustanul Ulum Grujugan Lor, KH. Muh. Alawi Abbas, S.Pd, sebagai bentuk dukungan yayasan terhadap penguatan kapasitas kepemimpinan dan tata kelola madrasah berbasis digital.
Pelatihan ini menghadirkan widyaiswara Balai Diklat Keagamaan (BDK) sebagai panitia sekaligus pemateri, yakni Dr. H. Sutowijoyo, M.Pd dan Ibnu Salim. Keduanya menyampaikan materi terkait penguatan kepemimpinan, tata kelola madrasah, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital dalam manajemen pendidikan.
Dalam arahannya, Dr. H. Moh. Ali Masyhur menegaskan bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dimaknai sebagai tanggung jawab, bukan fasilitas. Ia menekankan bahwa amanah kepemimpinan harus dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada negara dan masyarakat, tetapi juga kepada Allah SWT.
Ia juga menyampaikan bahwa pengabdian dan semangat kerja harus dengan kompetensi serta komitmen yang kuat. Tanpa kemampuan yang memadai, pelaksanaan tugas tidak akan berjalan optimal, sehingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pengelolaan madrasah.
Pada kesempatan tersebut, Kepala Kantor Kemenag Bondowoso turut mengingatkan pentingnya istikamah dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas. Istikamah dimaknai sebagai konsistensi dalam menghadapi tantangan, sedangkan akuntabilitas menuntut setiap kebijakan dan tindakan dapat dipertanggungjawabkan secara moral, institusional, dan spiritual.
Lebih lanjut disampaikan bahwa pemimpin madrasah merupakan pelayan masyarakat, sehingga diperlukan sikap melayani, kesabaran, serta semangat pantang menyerah dalam menghadapi dinamika tugas. Pengendalian emosi juga ditekankan agar kepemimpinan tetap berjalan efektif dan sehat.
Terkait dinamika penugasan, disampaikan pula pentingnya adaptasi yang cepat di lingkungan kerja, baik bagi pejabat yang mengalami mutasi maupun yang memperoleh promosi jabatan, dengan tetap mengedepankan sikap rendah hati serta kemampuan menyelaraskan teori dengan praktik di lapangan.
Menutup arahannya, Kepala Kantor Kemenag Bondowoso menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program pemberdayaan KKM tersebut. Dari sembilan KKM MTs yang ada di Kabupaten Bondowoso, KKM 4 menjadi satu-satunya KKM yang menerima program pusat, serta dinilai mampu berbagi praktik baik dengan KKM lainnya. Hal ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas pengelolaan madrasah secara menyeluruh.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terwujud kepemimpinan madrasah yang profesional, berintegritas, dan adaptif terhadap transformasi digital, sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu layanan pendidikan madrasah di Kabupaten Bondowoso.(Tim)



