Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

12 May 2026 Berita 50 Views

KUA Sumberwringin, Dampingi Dua Warga Bacakan Ikrar Syahadat

BONDOWOSO, KUA Sumberwringin – Dua warga Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, yakni Oski Elsa Sinambela asal Medan dan Ariyanti Soli Ladi asal Nusa Tenggara Timur, mantap mengucapkan dua kalimat syahadat sebagai tanda resmi memeluk agama Islam. Prosesi tersebut berlangsung khidmat di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sumberwringin, Selasa (12/05/2026).

Ikrar syahadat dipimpin langsung oleh Kepala KUA Kecamatan Sumberwringin, Toni, S.H.I., serta disaksikan oleh keluarga kedua mualaf dan penyuluh agama Islam. Suasana haru dan penuh kekhusyukan terasa saat kedua mualaf mengucapkan kalimat syahadat sebagai pintu awal memasuki ajaran Islam.

Kepala KUA Kecamatan Sumberwringin, Toni, S.H.I., dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya bersama para penyuluh agama Islam selalu terbuka untuk memberikan pelayanan dan pendampingan keagamaan kepada masyarakat, termasuk bagi mereka yang ingin memeluk agama Islam.

“Kami di KUA siap memberikan bimbingan, baik dalam proses pengucapan syahadat maupun pembinaan lanjutan, agar para mualaf dapat memahami dan menjalankan ajaran Islam dengan baik,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pendampingan terhadap mualaf merupakan bagian penting dalam memastikan mereka mendapatkan pemahaman yang benar tentang nilai-nilai keislaman, sehingga dapat menjalani kehidupan beragama secara utuh dan konsisten.

Sementara itu, kedua mualaf menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada KUA Kecamatan Sumberwringin yang telah memfasilitasi proses tersebut. Mereka mengaku keputusan memeluk Islam diambil atas kesadaran pribadi setelah melalui proses pencarian dan pertimbangan yang matang.

“Kami mengucapkan terima kasih atas arahan dan dukungan yang telah diberikan. Ini merupakan keputusan penting dalam perjalanan hidup kami, dan kami berharap dapat menjalankan ajaran Islam secara konsisten dan penuh keteguhan,” ujarnya

Penyuluh Agama Islam, Abd. Mughni, turut menyatakan komitmennya untuk memberikan pendampingan berkelanjutan kepada para mualaf, baik dalam aspek ibadah maupun pemahaman dasar keislaman.

“Menjadi mualaf bukan sekadar perubahan identitas formal, tetapi juga perjalanan spiritual yang memerlukan bimbingan, kesabaran, dan tekad yang kuat agar dapat menjalankan ajaran Islam dengan baik dan benar,” jelasnya.

Menurutnya, peran keluarga dan lingkungan juga sangat penting dalam mendukung para mualaf agar dapat beradaptasi dengan kehidupan baru mereka sebagai seorang Muslim.

Momen pengucapan syahadat ini menjadi pengingat bahwa Islam merupakan agama rahmatan lil ‘alamin, yang membawa kedamaian serta terbuka bagi siapa saja yang mencari kebenaran dan hidayah-Nya. Prosesi ini sekaligus menunjukkan peran aktif KUA sebagai garda terdepan dalam pelayanan keagamaan di tengah masyarakat.

Penulis: Ali Waf