Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

13 August 2026 Berita 50 Views

MAN Bondowoso Gelar Dzikro Maulid Nabi Sekaligus Buka PKLA di 41 Titik

Bondowoso (Humas) – MAN Bondowoso menggelar Dzikro Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus membuka kegiatan Praktik Kerja Lapangan ke-Agamaan (PKLA) yang akan dilaksanakan di 41 titik yang tersebar di Kabupaten Bondowoso.

Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi keluarga besar MAN Bondowoso untuk memperingati kelahiran Rasulullah SAW sekaligus mengawali pelaksanaan PKLA sebagai bagian dari proses pembelajaran peserta didik di luar lingkungan madrasah. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu menguatkan nilai religius sekaligus memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lingkungan kerja.

Dzikro Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi bagian penting dalam penguatan karakter religius peserta didik. Kegiatan tersebut tidak hanya dimaknai sebagai peringatan kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai upaya mendekatkan peserta didik kepada Baginda Nabi Muhammad SAW serta menumbuhkan kecintaan untuk mengenal dan meneladani akhlak beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Tata Usaha MAN Bondowoso, Samsul Arifin, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta didik untuk mengikuti rangkaian Dzikro Maulid dengan sungguh-sungguh.

"Tujuan utama kita melaksanakan Dzikro Maulid ini adalah bagaimana anak-anak semakin dekat dengan Baginda Nabi Muhammad SAW dan semakin cinta kepada beliau. Karena itu, kami berharap kegiatan ini benar-benar diikuti dengan baik, bukan sekadar mengadakan, tetapi mengambil hikmah dan keteladanan dari Rasulullah SAW," ujar Samsul.

Sementara itu, terkait pelaksanaan PKLA, Samsul berpesan kepada seluruh peserta didik agar senantiasa menjaga adab, kultur madrasah, serta nama baik MAN Bondowoso selama berada di 41 titik pelaksanaan PKLA.

"Anak-anak yang akan disebarkan ke 41 titik ini kami titip madrasah. Tolong selalu jaga adab, jaga kultur madrasah, dan jangan tinggalkan sholat. MAN Bondowoso dikenal oleh masyarakat karena nilai religiusnya. Hal positif yang sudah menjadi karakter madrasah ini jangan sampai hilang ataupun dilupakan ketika kalian berada di luar madrasah," pesannya.

Ia menegaskan bahwa keberadaan peserta didik di tengah masyarakat tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama MAN Bondowoso. Karena itu, sikap, perilaku, kedisiplinan, dan cara berinteraksi dengan lingkungan menjadi bagian penting yang harus diperhatikan selama mengikuti PKLA.

"Jaga sikap, jaga komunikasi, dan tunjukkan bahwa kalian adalah siswa MAN Bondowoso. Jadikan PKLA ini sebagai kesempatan untuk belajar dan menambah pengalaman, tetapi tetap pegang nilai-nilai yang selama ini ditanamkan di madrasah," tambahnya.

Pelaksanaan PKLA di 41 titik di Kabupaten Bondowoso diharapkan dapat memberikan pengalaman nyata bagi peserta didik sekaligus menjadi sarana untuk mengembangkan kompetensi, kemandirian, tanggung jawab, dan karakter religius. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan mampu membawa kultur positif madrasah sekaligus memberikan kesan baik di lingkungan tempat mereka melaksanakan PKLA.

(Humas MAN Bondowoso)