MAN Bondowoso Siapkan PKLA, 41 Kelas Akan Syiar Keagamaan di Tengah Masyarakat
Bondowoso (Humas) – MAN Bondowoso mematangkan persiapan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Keagamaan (PKLA) melalui rapat koordinasi bersama wali kelas dan peserta didik. Kegiatan tersebut menjadi tahap persiapan sebelum 41 kelas diterjunkan ke 41 titik di wilayah Kabupaten Bondowoso untuk melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan.
PKLA merupakan program rutin tahunan MAN Bondowoso yang dirancang sebagai sarana pembelajaran langsung bagi peserta didik dalam mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat. Selain memperkuat pengalaman keagamaan, kegiatan tersebut menjadi media pembentukan kemandirian, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian sosial peserta didik.
Pelaksanaan PKLA tahun ini akan berlangsung selama satu pekan dan bertepatan dengan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW. Setiap kelas akan melaksanakan kegiatan syiar dan kemasyarakatan di lokasi yang telah ditentukan, dengan puncak kegiatan berupa peringatan Maulid Nabi bersama masyarakat.
Dalam rapat koordinasi, setiap kelas mengirimkan dua orang perwakilan untuk memaparkan konsep kegiatan yang telah dipersiapkan. Presentasi tersebut menjadi bagian dari proses pematangan program sekaligus memastikan setiap kelas memiliki rancangan kegiatan yang dapat dilaksanakan secara optimal di lokasi masing-masing.
Ketua kegiatan PKLA MAN Bondowoso, Ustad Ahmad Fauzi, menyampaikan bahwa pelaksanaan PKLA membutuhkan kesungguhan dan totalitas dari seluruh peserta. Menurutnya, waktu satu pekan yang diberikan kepada setiap kelas merupakan kesempatan untuk mengerahkan kemampuan terbaik demi memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Ini jor-joran kegiatannya. Kita berikan waktu satu minggu kepada anak-anak untuk berupaya secara maksimal. Lelah hati, fisik, bahkan finansial, semuanya dicurahkan. Tetapi tujuan kita hanya satu, yaitu ingin mendekatkan anak-anak kepada Baginda Nabi Muhammad SAW," ungkap Ahmad Fauzi.
Ia menegaskan bahwa rapat koordinasi tersebut menjadi momentum untuk kembali meluruskan niat sebelum peserta didik terjun langsung ke masyarakat. PKLA diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi pengalaman pendidikan yang mampu membentuk peserta didik agar lebih mandiri, bertanggung jawab, dan mampu berinteraksi dengan masyarakat.
Kepala MAN Bondowoso, Santoso, S.Ag., M.Pd., memberikan dukungan terhadap pelaksanaan PKLA. Ia mengingatkan peserta didik agar menjalankan seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab serta senantiasa menjaga etika, sikap, dan marwah MAN Bondowoso selama berada di tengah masyarakat.
PKLA juga menjadi bagian dari upaya madrasah memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual kepada peserta didik. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, siswa diharapkan mampu mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, serta mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial.
Dengan persiapan yang dilakukan melalui rapat koordinasi, seluruh peserta diharapkan semakin siap melaksanakan PKLA di 41 titik yang telah ditentukan. Kegiatan tersebut diharapkan mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi peserta didik dalam mengembangkan kemandirian dan kepedulian sosial.
(Humas MAN Bondowoso)




