Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

27 July 2026 Berita 31 Views

Melalui Kegiatan Rapat Rutin Guru PAI Wonosari Diajak Naik Kelas, AI Jadi Senjata Susun Modul Ajar

Bondowoso – Perkembangan teknologi digital menjadi salah satu fokus pembahasan dalam rapat rutin Kelompok Kerja Guru (KKG) Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Wonosari yang digelar di MI Darul Ulum Lombok Kulon, Senin (27/7). Pertemuan ini tak sekadar menjadi agenda koordinasi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai wadah berbagi pengalaman dan penguatan kompetensi guru agar semakin siap menghadapi perubahan di dunia pendidikan.

Ketua KKG Mapel PAI Kecamatan Wonosari, Ustadah Siti Lailatul Fajriyah, S.Pd.I., mengajak seluruh guru untuk tidak ragu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), kini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sudah menjadi bagian dari kebutuhan guru dalam menunjang proses pembelajaran.

Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun berbagai perangkat pembelajaran, mulai dari modul ajar hingga kelengkapan administrasi mengajar. Kehadiran teknologi tersebut mampu membuat proses penyusunan perangkat menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien, sementara guru tetap memegang kendali penuh terhadap kualitas materi yang akan diberikan kepada peserta didik.

Sesi utama diisi oleh Ustadah Enggelia Dwi Endi Paramita. Dalam pemaparannya, ia membimbing para peserta menyusun modul ajar Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dengan memanfaatkan AI. Guru diperkenalkan pada langkah-langkah penyusunan modul secara sistematis sehingga perangkat pembelajaran dapat disiapkan lebih praktis tanpa mengabaikan kebutuhan dan tujuan pembelajaran.

Ia menegaskan bahwa AI hadir bukan untuk menggantikan peran guru. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat menjadi mitra yang membantu menyelesaikan pekerjaan administratif sehingga guru memiliki lebih banyak waktu untuk merancang pembelajaran yang kreatif dan bermakna bagi peserta didik.

Tak hanya membahas penyusunan modul ajar, Ustadah Enggelia juga memberikan penguatan materi mengenai Panca Cinta sebagai bagian penting dalam implementasi Kurikulum Berbasis Cinta. Materi ini menjadi bekal bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter dan kemanusiaan dalam setiap proses belajar.

Suasana rapat berlangsung hidup. Para peserta aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, hingga mencoba langsung memanfaatkan AI untuk menyusun perangkat ajar. Antusiasme yang terlihat sepanjang kegiatan menunjukkan semakin besarnya kesadaran guru akan pentingnya menguasai teknologi sebagai bagian dari kompetensi pendidik di era digital.

Melalui kegiatan ini, KKG Mapel PAI Kecamatan Wonosari mendorong para guru agar semakin percaya diri memanfaatkan teknologi secara bijak. Harapannya, proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif, inovatif, dan tetap sejalan dengan nilai-nilai yang diusung dalam Kurikulum Berbasis Cinta.