Orientasi PPPK Tahap 2 Kemenag Bondowoso, Perkuat Integritas dan Komitmen Pelayanan
Bondowoso (Humas) — Sebanyak 40 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap 2 Tahun 2026 di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso mengikuti pembukaan orientasi secara daring, Selasa (18/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi tahap awal bagi para PPPK untuk mengenal lebih jauh peran, tugas, nilai dasar, serta kebijakan Kementerian Agama sebagai bekal dalam menjalankan amanah dan pengabdian sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pembukaan orientasi turut diikuti Kepala Subbagian Tata Usaha, para Kepala Seksi dan Penyelenggara, Kepala MAN Bondowoso, Kepala MTsN 1, 2, 3 dan 4 Bondowoso, Kepala MIN 1, 2 dan 3 Bondowoso, Ketua APRI Bondowoso, Ketua IPARI Bondowoso, serta seluruh PPPK Tahap 2 di lingkungan Kankemenag Bondowoso.

Dalam sambutan Menteri Agama Republik Indonesia Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A. yang disampaikan melalui tayangan video, ditegaskan bahwa orientasi merupakan momentum awal untuk memahami tugas, tanggung jawab, nilai-nilai, serta arah kebijakan Kementerian Agama.
Menteri Agama menyampaikan bahwa Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas kehidupan beragama di Indonesia. Peran tersebut diwujudkan melalui pendidikan dan pelayanan keagamaan, pembinaan kehidupan umat beragama, serta penguatan kerukunan sebagai bagian penting dalam menjaga persatuan bangsa.
Karena itu, ASN Kementerian Agama dituntut tidak hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga menjunjung tinggi nilai agama, etika, dan moral dalam menjalankan tugas. Pelayanan publik harus terus diarahkan agar semakin cepat, transparan, mudah diakses, adaptif, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bertanggung jawab.
Semangat tersebut sejalan dengan konsep “Kemenag Berdampak”, di mana keberhasilan organisasi tidak semata-mata dilihat dari banyaknya program yang terlaksana, tetapi dari manfaat nyata yang dapat dirasakan masyarakat.
Menteri Agama juga mengajak seluruh ASN Kementerian Agama untuk menjadi teladan dalam menjaga kerukunan, menghormati keberagaman, serta memperkuat persaudaraan di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

Sementara itu, Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., M.T. yang hadir secara daring melalui Zoom menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yang telah berhasil melewati proses seleksi PPPK Kementerian Agama Tahun 2026.
Ia menyebut 23.088 PPPK yang terpilih merupakan bagian dari kekuatan baru yang diharapkan mampu memberikan energi positif bagi birokrasi Kementerian Agama. Menurutnya, menjadi ASN bukan sekadar memperoleh status kepegawaian, tetapi merupakan amanah sekaligus bentuk pengabdian kepada negara dan masyarakat.
Para PPPK diingatkan untuk menerapkan nilai dasar ASN BerAKHLAK, yakni Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
Selain itu, integritas, kedisiplinan, kepatuhan terhadap kode etik, serta pemahaman terhadap tiga fungsi ASN sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan publik, dan perekat persatuan bangsa menjadi hal yang harus terus dijaga.
Ali Ramdhani juga mendorong para ASN agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Transformasi birokrasi yang semakin cepat dan digital menuntut ASN untuk tidak terpaku pada pola kerja lama, tetapi berani menghadirkan inovasi dan solusi sesuai kebutuhan di lingkungan kerja masing-masing.
Ia menegaskan, ASN Kementerian Agama memiliki tanggung jawab khusus dalam menjaga nilai spiritualitas, moralitas, dan kerukunan umat beragama. Karena itu, para pimpinan diharapkan terus memberikan pembinaan dan pendampingan kepada PPPK agar integritas dan profesionalitas tetap terjaga.
Dalam kesempatan tersebut, Ali Ramdhani secara resmi membuka Orientasi PPPK Kementerian Agama Tahun Anggaran 2026.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI., dalam arahannya mengajak para PPPK untuk mensyukuri seluruh proses yang telah dilalui hingga memperoleh amanah sebagai ASN.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seseorang tidak terlepas dari dukungan banyak pihak, mulai dari orang tua, pasangan, keluarga, guru, pimpinan, hingga rekan kerja.
“Kita tidak sukses karena kita sendiri, tetapi ada tangan-tangan lain yang ikut berperan. Ada doa orang tua, istri, saudara, guru, pimpinan, dan orang-orang di sekitar kita. Jangan pernah melupakan mereka,” pesannya.
Ali Masyhur juga meminta para peserta mengikuti seluruh rangkaian orientasi dengan sabar dan sungguh-sungguh. Setelah menjadi bagian dari keluarga besar ASN Kementerian Agama, para PPPK diharapkan dapat memberikan kemampuan terbaik serta berkontribusi bagi kemajuan lembaga dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, bekerja dengan sepenuh hati merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas amanah yang telah diterima. Hak dan kewajiban sebagai ASN harus berjalan beriringan dengan penuh tanggung jawab.

“Jangan hanya mengingat hak, tetapi juga tunaikan kewajiban. Bekerjalah dengan sepenuh hati karena menjadi ASN adalah amanah,” tegasnya.
Dalam arahannya, Ali Masyhur turut menyoroti pentingnya membangun budaya disiplin di lingkungan kerja. Ia mengapresiasi penerapan kedisiplinan di MTsN 2 Bondowoso yang dinilainya menjadi bagian dari proses pembentukan karakter, baik bagi peserta didik maupun tenaga pendidik dan kependidikan.

Ia berharap budaya disiplin, integritas, profesionalitas, dan tanggung jawab terus diperkuat di seluruh satuan kerja Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso.
“Semoga melalui orientasi ini, para PPPK semakin memahami amanah dan tanggung jawabnya, sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik dan menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat,” pungkasnya.( Tim)



