Pelatihan Public Speaking PTSP: Bicara dengan Hati, Layani dengan Empati
Bondowoso (Inmas) – Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Kamis (13/11), menjadi ruang refleksi pelayanan publik yang hangat. Kepala Kantor Kemenag Bondowoso Moh. Ali Masyhur bersama Kasubbag TU menghadiri kegiatan Pelatihan Public Speaking bagi Penyelenggara Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang digelar secara daring dari Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur.
Pelatihan bertema “Speak With Heart: The Art of Empathic Communication in Public Services” (Berbicara dengan Hati, Melayani dengan Empati) itu dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian TU Kanwil Kemenag Jawa Timur, Syaikhul Hadi. Ia menekankan bahwa kualitas pelayanan publik di Kementerian Agama bukan sekadar urusan administrasi, tetapi juga soal kemanusiaan.
“PTSP dan para petugasnya adalah cermin wajah pertama instansi di mata masyarakat. Jika cermin itu bening, pelayanan kita juga akan memantulkan ketulusan dan kehangatan,” ujar Syaikhul Hadi dalam sambutannya.
Menurutnya, dalam era digital, pelayanan publik tetap harus menghadirkan “sentuhan kemanusiaan” yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. “Kita boleh menggunakan sistem daring, WA, atau aplikasi. Tapi jangan lupa menghadirkan sisi batin kita saat melayani masyarakat,” pesannya.
Dari Bondowoso, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dua staf dari KUA Kecamatan dan dua staf dari satker MAN, MTsN, dan MIN, serta para karyawan di lingkungan Kantor Kemenag Bondowoso.
Kepala Kemenag Bondowoso, Moh. Ali Masyhur, menyebut pelatihan ini penting untuk memperkuat kompetensi komunikasi para petugas layanan. “Public speaking bagi pelayan publik bukan sekadar kemampuan berbicara, tapi kemampuan menghadirkan empati,” ujarnya usai kegiatan.

Pelatihan ini menghadirkan Tino Salim, S.H., M.M., Direktur dan Lead Trainer Salim Excellence Center, yang membimbing peserta memahami seni berbicara dengan hati sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan reformasi birokrasi Kementerian Agama, memastikan bahwa setiap layanan bukan hanya cepat dan tepat, tetapi juga berjiwa.(tim)



