Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

19 April 2026 Berita 46 Views

Pendidikan Berbasis Hati, Kemenag Bondowoso Dorong Integrasi KBC

Bondowoso (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Moh. Ali Masyhur, membuka secara resmi kegiatan Workshop Pendidikan bertema “Integrasi KBC dalam Kehidupan Beragama Rahmatan Lil Alamin” pada Minggu siang (19/4/2026) di Aula MAN Bondowoso.

 

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan ini menjadi ruang bertemunya para pendidik dan pemangku kepentingan untuk memperkuat peran strategis pendidikan dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan yang moderat, inklusif, serta membawa kemaslahatan bagi semua.

Dalam arahannya, Kepala Kemenag Bondowoso menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga menyentuh dimensi hati dan pembentukan karakter.

 

“Pendidikan sejatinya adalah tentang hati. Saya menyampaikan terima kasih yang tulus atas dedikasi dan pengabdian panjenengan semua. Meski sering tidak terlihat, namun hasilnya sangat terasa,” ungkapnya.

 

Ia juga mengajak para peserta untuk menjadikan forum ini sebagai momentum memperkaya pemahaman dan memperkuat komitmen dalam pengabdian kepada masyarakat.

“Saya berharap kehadiran panjenengan semua tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar bermakna. Semoga setelah mengikuti kegiatan ini, panjenengan membawa bekal berharga untuk semakin siap mengabdi di tengah masyarakat,” pesannya.

 

Di penghujung sambutan, pria kelahiran Bangkalan tersebut menyampaikan apresiasi atas kehadiran berbagai tokoh, khususnya anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur, Zeiniye, yang dinilai sebagai sosok inspiratif dan menjadi panutan.

 

Kegiatan workshop kemudian dibuka secara resmi dengan penuh khidmat.

 

“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Sosialisasi Integrasi KBC dalam Kehidupan Beragama Rahmatan Lil Alamin di lingkungan PD PGM Indonesia Kabupaten Bondowoso, saya nyatakan dibuka dan dimulai,” tegasnya.

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh pendidikan, di antaranya Kasi Pendidikan Madrasah Tofan Hidayat, Ketua Pokjawas Nasional Zurni, Ketua PW PGM Jawa Timur Hudri, serta para guru dan tenaga kependidikan.

 

Melalui workshop ini, diharapkan nilai-nilai KBC semakin terinternalisasi dalam praktik kehidupan beragama dan dunia pendidikan, sehingga mampu melahirkan generasi yang berkarakter, moderat, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.(Tim)