Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

08 August 2026 Berita 43 Views

Penerimaan Tamu Ambalan Muhammad Al-Fatih MAN Bondowoso Tanamkan Jiwa Relawan di Era Digital

Bondowoso (Humas) – Gerakan Pramuka tidak hanya menjadi ruang untuk melatih kedisiplinan, kemandirian, dan keterampilan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter serta jiwa kerelawanan generasi muda. Nilai tersebut menjadi salah satu pesan yang ditekankan Kepala MAN Bondowoso sekaligus Kamabigus, Santoso, S.Ag., M.Pd., dalam pembukaan Penerimaan Tamu Ambalan (PTA) Ambalan Muhammad Al-Fatih Pramuka putra MAN Bondowoso.

Kegiatan yang dikemas dalam rangkaian Perkemahan Sabtu Minggu (Persami) tersebut menjadi momentum bagi peserta didik untuk mengenal lebih dekat kehidupan kepramukaan sekaligus membangun kesiapan menjadi bagian dari Ambalan Muhammad Al-Fatih.

Dalam arahannya, Santoso mengingatkan peserta mengenai berbagai tantangan yang muncul seiring perkembangan teknologi digital. Menurutnya, media sosial harus digunakan secara bijak dan bertanggung jawab agar peserta didik tidak terjerumus pada berbagai persoalan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

"Ancaman-ancaman yang berkaitan dengan teknologi digital ini adalah hal yang harus kita hadapi. Terutama anak Pramuka, di media sosial jangan sampai kalian menjadi korban di dunia digital. Jangan sampai teknologi yang seharusnya memberikan manfaat justru membawa kalian pada persoalan. Karena itu, kalian harus memahami bagaimana menggunakan media sosial dengan baik, menjaga diri, menjaga etika, dan bertanggung jawab terhadap apa yang kalian lakukan di dunia digital," pesan Santoso.

Namun, ia menegaskan bahwa kemampuan menghadapi perkembangan teknologi tidak boleh menghilangkan karakter dasar seorang Pramuka. Disiplin, kepedulian, etika, akhlak, dan jiwa kerelawanan harus tetap tumbuh dalam diri setiap anggota.

Santoso kemudian mengingatkan peserta mengenai peran kakak-kakak Pramuka yang selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan pelayanan masyarakat.

"Yang jangan sampai hilang adalah disiplin dan sifat relawan. Yang pertama kali harus terketuk nuraninya itu anak Pramuka. Biasanya kakak-kakak kalian ketika ada pengamanan tahun baru, mereka hadir. Ketika hari raya, mereka juga hadir untuk membantu pengamanan. Ketika ada bencana dan kegiatan-kegiatan sosial lainnya, anak-anak Pramuka juga hadir," ungkapnya.

Menurutnya, kehadiran anggota Pramuka dalam berbagai kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat. Karena itu, ia berharap semangat yang telah ditunjukkan oleh para senior dapat diteruskan oleh peserta yang saat ini mengikuti PTA.

"Saya berharap ke depan, ketika ada kegiatan sosial, ketika ada bencana, ketika masyarakat membutuhkan tenaga relawan, yang terketuk hatinya adalah anak-anak Pramuka yang ada di depan saya saat ini. Kalianlah yang nantinya meneruskan apa yang sudah dilakukan oleh kakak-kakak kalian," lanjut Santoso.

Ia juga meminta peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan menaati aturan yang telah ditetapkan. Menurutnya, berbagai proses yang dijalani dalam kegiatan kepramukaan merupakan bagian dari pembentukan mental dan karakter.

"Tolong ikuti kegiatan ini dengan baik, ikuti aturannya. Tidak usah cengeng, tidak usah mudah menangis seperti sebelumnya. Jalani semua prosesnya dengan baik. Karena kalian sedang belajar menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih mandiri, dan lebih bertanggung jawab," pesannya.

Santoso juga mengingatkan agar seluruh kemampuan yang dimiliki peserta tetap diiringi dengan etika dan akhlak.

"Kalian boleh punya kemampuan, boleh berani, boleh kuat, tetapi etika dan akhlak tetap harus dikedepankan. Jangan sampai karena merasa hebat kemudian melupakan bagaimana menghormati orang lain. Pramuka harus punya karakter, dan karakter itu tercermin dari sikap serta akhlaknya," tegasnya.

Penerimaan Tamu Ambalan Muhammad Al-Fatih kemudian dilanjutkan dengan berbagai rangkaian kegiatan yang telah disiapkan panitia. Peserta mengikuti outbound untuk melatih kerja sama, keberanian, kemandirian, dan kemampuan menyelesaikan tantangan secara berkelompok. Kegiatan juga diisi dengan pentas seni sebagai ruang bagi peserta untuk mengembangkan kreativitas dan mempererat kekompakan.

Melalui PTA Ambalan Muhammad Al-Fatih, MAN Bondowoso berharap lahir anggota Pramuka yang tidak hanya tangguh dan disiplin, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap lingkungan sosial, bijak dalam menggunakan teknologi, serta siap menjadi bagian dari masyarakat ketika dibutuhkan.

(Humas MAN Bondowoso)