Penguatan Kecerdasan Emosional dan Spiritual melalui Kegiatan ESQ Matsada
Bondowoso, 23 April 2026 — Seluruh siswa-siswi MTsN 2 dari program bina akademik dan bina tahfidz mengikuti kegiatan Emotional Spiritual Quotient (ESQ) dengan tema "Penguatan Kecerdasan Emosional dan Spiritual untuk Membentuk Pribadi Tangguh dan Adaptif"
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari Kepala MTsN 2 Bondowoso, Ibu Hj. Siti Mutmainnah, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan inspiratif kepada seluruh peserta.
“Umpamakan kalian seperti gelas kosong. Buang pikiran menjadi anak yang hanya ingin pintar saja, tetapi bukalah pemikiran seluas-luasnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Pintar secara intelektual saja tidak cukup, tetapi harus disertai kecerdasan emosional dan spiritual,” tuturnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama sebelum memasuki sesi inti.
Pada sesi utama, pemaparan materi disampaikan oleh Bapak Muhammad Farid, M.Pd. Dalam materinya, beliau menjelaskan konsep The Three Capital, yaitu tiga modal utama dalam diri manusia yang harus berjalan seimbang, meliputi:
Modal Material (IQ) yang berkaitan dengan kecerdasan intelektual dan kemampuan berpikir, dengan pertanyaan reflektif “What do I think?”
Modal Sosial (EQ)* yang berkaitan dengan kecerdasan emosional dan kemampuan merasakan serta berinteraksi, dengan pertanyaan *“What do I feel?”
Modal Spiritual (SQ) yang berkaitan dengan jati diri dan makna hidup, dengan pertanyaan “Who am I?”
Beliau menekankan pentingnya sinergi antara IQ, EQ, dan SQ dalam meraih kesuksesan, serta pentingnya pengalaman spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Tidak hanya penyampaian materi, dalam kegiatan ini para siswa juga diajak untuk memperkuat aspek spiritual melalui pembacaan Asmaul Husna, sholawat, serta mendoakan kedua orang tua dan guru sebagai bentuk penguatan nilai religius dan akhlak.
Dalam penyampaiannya, pemateri juga menegaskan bahwa siswa yang tidak menghormati guru tidak akan mencapai kesuksesan. Sebaliknya, orang-orang sukses adalah mereka yang senantiasa menghargai dan menghormati guru. Ia juga menyampaikan dua kunci utama kesuksesan, yaitu berbakti kepada orang tua dan menghormati guru.
Kegiatan semakin interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Beberapa pertanyaan yang diajukan siswa antara lain:
1. Naurah Safa (8I) bertanya tentang cara menyikapi perbedaan pendapat dengan orang tua yang cenderung memaksakan kehendak.
2. Elsa (8H) menanyakan cara mempertahankan spiritual di tengah gempuran penggunaan handphone.
3. Daeng (7H) mengajukan pertanyaan tentang kondisi ketika anak membuat orang tua menangis disebut durhaka, lalu bagaimana jika sebaliknya.
Menanggapi hal tersebut, pemateri memberikan jawaban bahwa:
Siswa boleh berpendapat, tetapi harus menggunakan bahasa yang baik dan tidak membentak, serta tetap menempatkan diri sebagai anak.
Penggunaan handphone harus dilakukan secara bijak agar tidak mengganggu keseimbangan spiritual.
Anak perlu memahami dan menghitung kebaikan orang tua yang tidak ternilai, sehingga harus tetap bersikap hormat dan menerima dengan lapang dada.
Melalui kegiatan ESQ ini, diharapkan siswa mampu menjadi pribadi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan spiritual dalam menjalani kehidupan.(Cin)



