Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

23 August 2025 Berita 3 Views

Penyuluh Harus Jadi Uswah, Kemenag Bondowoso Dorong Konten Kreatif Dakwah Digital

Bondowoso (Inmas)–Dunia dakwah kini tidak lagi hanya berkutat di mimbar atau majelis taklim. Perkembangan teknologi digital menuntut para penyuluh agama untuk hadir dengan wajah baru yang segar, membumi, dan komunikatif. Semangat inilah yang melatarbelakangi pelaksanaan Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif Materi Penyuluhan yang digelar oleh Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso pada Sabtu (23 Agustus 2025) di Aula MAN Bondowoso.

Sebanyak 185 peserta yang terdiri dari Kepala KUA, penghulu, penyuluh agama, serta staf KUA se-Kabupaten Bondowoso antusias mengikuti pelatihan sehari penuh tersebut. Kegiatan menghadirkan tiga narasumber berkompeten, yaitu Kepala Kantor Kemenag Bondowoso, H. Moh. Ali Masyhur, Achmad Faliqul Isbah dari Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Moh. Bahri, jurnalis Times Indonesia. Ketua pelaksana kegiatan, Kasi Bimas Islam Moh. Noer Fauzan, menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kapasitas para penyuluh.

Dalam sambutannya, H. Moh. Ali Masyhur menekankan peran vital KUA di tingkat kecamatan. Menurutnya, Kepala KUA adalah penanggung jawab utama atas layanan keagamaan di wilayahnya.

“Kepala KUA adalah penanggung jawab di kecamatan masing-masing. Maka keagamaan di kecamatan merupakan tugas dan tanggung jawab Kepala KUA,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menyebut penyuluh agama sebagai garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, penyuluh dituntut hadir dengan wajah segar, bahasa yang membumi, dan konten yang mudah dipahami.

“Konten yang baik akan membuat khalayak semakin terarah dalam mewujudkan kedamaian. Jangan membiasakan hanya cuap-cuap, apalagi kita ini bagian dari institusi agama. Jadilah uswah, teladan bagi institusi lain,” tegasnya.

Ali Masyhur juga menyoroti tantangan dakwah di era digital. Menurutnya, dunia digital tidak boleh ditakuti, melainkan harus dikelola sebagai sarana dakwah yang efektif.

“Dunia digital bukan untuk ditakuti, tapi justru bisa menjadi ladang amal jariyah. Barangsiapa yang menunjukkan kebaikan, maka kebaikan itu akan terus mengalir kepada dirinya. Jika kita membuat konten yang baik, maka kebaikan itu akan terus mengalir kepada pembuatnya,” jelasnya.

Karena itu, ia mendorong para penyuluh untuk berani berinovasi dan kreatif dalam menyajikan dakwah. Media sosial, video pendek, podcast, hingga artikel populer bisa menjadi sarana penyampaian pesan keagamaan yang lebih dekat dengan generasi muda.

“Sebarkanlah konten yang kreatif dan inovatif. Jadilah penyuluh yang baik, sehingga bisa memajukan bangsa dan menjaga marwah Kementerian Agama,” imbuhnya.

Kegiatan ini semakin kaya karena menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang. Achmad Faliqul Isbah dari Diskominfo memberikan materi terkait teknik pengelolaan media digital dan strategi komunikasi publik yang efektif. Sementara itu, Moh. Bahri dari Times Indonesia berbagi pengalaman tentang penulisan berita, penyusunan narasi kreatif, hingga cara menghadirkan konten yang menarik minat pembaca.

Tidak hanya itu, Kepala Kemenag sendiri turun langsung memberikan arahan strategis terkait visi dakwah Kemenag Bondowoso di era digital. Kehadiran tiga narasumber ini memberi warna yang berimbang: perspektif keagamaan, pemahaman teknologi, dan keahlian jurnalistik.

Dengan pelatihan ini, Kemenag Bondowoso berharap lahir generasi penyuluh yang mampu membawa wajah baru dakwah Islam di ruang publik. Penyuluh bukan hanya penyampai pesan, tetapi juga kreator konten yang bisa menjangkau masyarakat lebih luas melalui media digital.

Pelatihan juga menjadi wadah untuk memperkuat sinergi antara Kepala KUA dan penyuluh agama sebagai ujung tombak layanan keagamaan di tingkat kecamatan. Dengan bekal keterampilan baru, para penyuluh diharapkan mampu menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga marwah Kementerian Agama sebagai institusi pelayanan umat.