Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

14 January 2026 Berita 79 Views

Perkin 2026, Kemenag Bondowoso Mantapkan Integritas

Bondowoso (Inmas) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bondowoso menggelar penandatanganan Perjanjian Kinerja (Perkin) dan Pakta Integritas Tahun 2026 di aula kantor setempat, Rabu (14/1).

Penandatanganan Perkin dilakukan oleh para pejabat satuan kerja, termasuk kepala satker MAN, MTsN, dan MIN. Sementara Pakta Integritas ditandatangani oleh seluruh pejabat kepala satuan dan unit kerja di lingkungan Kemenag Bondowoso. Kegiatan tersebut disaksikan langsung Kepala Kantor Kemenag Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag, M.HI.

Turut hadir Kepala Sub Bagian Tata Usaha Samson Hidayat, S.Ag, M.Pd.I, Kasi Pendma Tofan Hidayat, S.Pd, M.Si, Kasi Bimas Islam Dr. Suharyono, S.Ag, M.H, Kasi PD Pontren Mohammad Noer Fauzan, S.Pd.I, M.Pd.I, Kasi PAIS Ibrahim, S.Ag, M.Pd.I, serta Penyelenggara Zakat dan Wakaf Agus Jaelani, S.Pd, bersama kepala KUA, Ketua Pokjawas, Ketua APRI, dan Ketua IPARI.

Dalam pengarahan, Moh. Ali Masyhur menegaskan bahwa Perkin dan Pakta Integritas bukan sekadar formalitas tahunan. Seluruh dokumen yang ditandatangani harus dipahami dan diimplementasikan secara konsisten dalam pelaksanaan tugas, terutama dalam pelayanan keagamaan kepada masyarakat.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, profesionalisme, dan disiplin kerja sebagai bagian dari penguatan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Untuk memperkuat komitmen tersebut, kegiatan ini dirangkaikan dengan sosialisasi Zona Integritas (ZI) menuju WBK/WBBM Tahun 2026. Ketua Tim ZI Kemenag Bondowoso, Samson Hidayat, menyampaikan pentingnya sinergi dan komitmen seluruh jajaran dalam mewujudkan Zona Integritas di lingkungan Kemenag Bondowoso.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan ZI tidak hanya ditentukan oleh dokumen dan kelengkapan administrasi, tetapi juga oleh perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur yang berorientasi pada pelayanan, akuntabilitas, dan integritas.(tim)