Perkuat Dakwah di Masyarakat, UIN Khas Jember Lepas 124 Mahasiswa PKL
Bondowoso (Bimais) Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN Khas) Jember secara resmi menyerahkan 124 mahasiswa peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2026 kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso. Kegiatan penyerahan berlangsung khidmat dan penuh keberkahan, dihadiri oleh pimpinan fakultas, jajaran Kemenag Bondowoso, serta para mahasiswa peserta PKL.
Wakil Dekan Fakultas Dakwah UIN Khas Jember, Dr. Ahmad Fatur Rosyid, M.Si, menegaskan bahwa PKL merupakan keniscayaan akademik yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga substantif. Menurutnya, PKL menjadi sarana integrasi antara teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan praktik sosial di masyarakat.
“Mahasiswa Fakultas Dakwah tidak cukup hanya mempelajari masyarakat dari ruang kelas, tetapi harus belajar bersama masyarakat secara langsung. Fakultas Dakwah memiliki kekhasan dalam kajian dan pendampingan sosial-keagamaan, sehingga PKL menjadi media strategis untuk membumikan keilmuan dakwah,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa mahasiswa diharapkan mampu menginternalisasi nilai-nilai dakwah, sosial, dan keagamaan dalam setiap aktivitas selama PKL, sehingga kehadiran mereka benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kasi Bimas Islam, Dr. H. Suharyono, S.Ag., M.H. mewakili Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus kepada UIN Khas Jember atas kepercayaan yang diberikan kepada Kemenag Bondowoso sebagai lokasi PKL mahasiswa.
“Kami menyampaikan terima kasih yang seikhlas-ikhlasnya kepada Fakultas Dakwah UIN Khas Jember. Mahasiswa PKL ini kami harapkan dapat menjadi mitra strategis dalam memberikan edukasi keagamaan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti fenomena sosial yang masih menjadi tantangan di Bondowoso, salah satunya adalah tren pernikahan dini. Menurutnya, mahasiswa PKL Fakultas Dakwah memiliki peran penting dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat melalui majelis taklim, pengajian, dan berbagai kegiatan dakwah lainnya.
“Pernikahan memang sah secara agama, tetapi ada aspek hukum, usia, dan kesiapan yang juga harus dipahami masyarakat. Ini menjadi ladang dakwah yang sangat relevan bagi mahasiswa,” tambahnya.
Dr. Suharyono berharap para mahasiswa dapat memanfaatkan masa PKL selama satu bulan sebagai kesempatan untuk mengeksplorasi potensi diri, mengaplikasikan ilmu, serta membangun kepekaan sosial dan keagamaan di tengah masyarakat.
Acara penyerahan mahasiswa PKL ini turut dihadiri oleh Kasi Pendidikan Madrasah, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, serta jajaran terkait di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso. Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa, sebagai harapan agar seluruh rangkaian PKL berjalan lancar, penuh keberkahan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Tim)



