Perkuat Spiritualitas Siswa, MAN Bondowoso Gelar Dzikrul Ghafilin Jelang Takhtimussanah
Bondowoso (12/6/2026) – Setelah menuntaskan Semaan Al-Qur'an 30 Juz yang berlangsung sejak Subuh hingga Ashar, MAN Bondowoso melanjutkan rangkaian Takhtimussanah Addirosiyah Tahun 2026 dengan menggelar Dzikrul Ghafilin bersama KH. M. Ayyub Syaiful Ridjal. Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas XII putra tersebut menjadi momentum untuk memperkuat spiritualitas peserta didik menjelang puncak Takhtimussanah yang akan dilaksanakan pada hari berikutnya.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan shalat Maghrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian Dzikrul Ghafilin yang berlangsung hingga malam hari. Para siswa mengikuti kegiatan dengan penuh khusyuk didampingi oleh ustadz dan ustadzah MAN Bondowoso yang turut membersamai jalannya acara.
Sebagai kelanjutan dari semaan Al-Qur'an yang telah dilaksanakan sebelumnya, Dzikrul Ghafilin menjadi sarana untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT sekaligus memanjatkan doa agar seluruh rangkaian Takhtimussanah Addirosiyah Tahun 2026 dapat berjalan lancar dan penuh keberkahan. Lantunan dzikir, doa, dan shalawat yang menggema menghadirkan suasana yang tenang dan menyejukkan bagi seluruh peserta.
Dalam tausiyahnya, KH. M. Ayyub Syaiful Ridjal mengajak para siswa untuk senantiasa menjaga kedekatan dengan Allah SWT melalui dzikir, doa, dan amal kebaikan. Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan akan menjadi lebih bermakna apabila disertai dengan hati yang senantiasa mengingat Allah dan berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman.
Kepala MAN Bondowoso, Santoso, menyampaikan bahwa rangkaian semaan Al-Qur'an dan Dzikrul Ghafilin sengaja dihadirkan sebagai fondasi spiritual sebelum puncak Takhtimussanah Addirosiyah Tahun 2026.
"Kami ingin mengawali puncak Takhtimussanah dengan keberkahan Al-Qur'an dan dzikir. Sebab sejatinya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari seberapa dekat peserta didik dengan nilai-nilai agama yang menjadi pedoman hidupnya. Semoga seluruh ikhtiar yang telah dilakukan menjadi bekal bagi mereka saat melangkah ke jenjang kehidupan berikutnya," ungkap Santoso.
Bagi para siswa kelas XII, kegiatan ini menjadi ruang refleksi di penghujung masa belajar mereka di madrasah. Setelah seharian diisi dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an melalui semaan 30 juz, malam harinya mereka diajak menundukkan hati melalui dzikir dan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan pendidikan yang telah dilalui.
Melalui rangkaian kegiatan spiritual yang dilaksanakan secara berkesinambungan, MAN Bondowoso terus berupaya menanamkan nilai-nilai religius dalam setiap proses pendidikan. Sebab, di balik setiap capaian dan keberhasilan, terdapat doa yang dipanjatkan, dzikir yang dilangitkan, serta harapan agar lahir generasi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga kokoh dalam iman dan akhlak.
(Humas MAN Bondowoso)



