Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

26 November 2025 Berita 109 Views

Perpustakaan Masjid Bondowoso Didorong Jadi Pusat Literasi Umat

Bondowoso (Humas) – Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso menyelenggarakan kegiatan Pembinaan Perpustakaan Keagamaan Islam Tingkat Kabupaten Sidoarjo Tahun 2025 dengan fokus pada penguatan peran perpustakaan masjid dalam meningkatkan literasi keagamaan umat. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 26 November 2025, bertempat di Kantor Kementerian Agama Kecamatan Bondowoso.

Kegiatan pembinaan ini diikuti oleh 20 peserta, yang terdiri dari para pengelola perpustakaan masjid, takmir, serta unsur penggiat literasi keagamaan dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bondowoso.

Ketua panitia, Dr. H. Suharyono, M.H, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan mendorong tumbuhnya budaya literasi serta meningkatkan kemampuan pengelola dalam tata kelola perpustakaan, termasuk pengelolaan anggaran. Ia menekankan bahwa tuntutan literasi digital semakin tidak bisa dihindarkan.

“Minat baca masyarakat, terutama jemaah masjid, memang masih kurang. Karena itu pengelola perpustakaan harus berimprovisasi menciptakan daya tarik agar jemaah terdorong menambah keilmuannya melalui literasi digital,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa ke depan perpustakaan masjid dapat bekerja sama dengan Perpustakaan Daerah, termasuk kemungkinan sistem rolling bahan pustaka. Panitia berkomitmen memperkaya literasi digital di perpustakaan masjid.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang memberikan pemaparan materi secara mendalam. Para peserta diberi kesempatan penuh untuk mengajukan pertanyaan secara luas dan mendalam demi peningkatan kapasitas pengelolaan perpustakaan masjid.

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI, menegaskan pentingnya memperkuat peran pustaka masjid sebagai pusat pencerahan dan pengembangan keilmuan.

“Masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga rumah ilmu yang menumbuhkan akhlakul karimah, karakter, memperluas wawasan, dan menghidupkan budaya literasi,” jelasnya.

Beliau mengingatkan bahwa perpustakaan masjid tidak boleh hanya menjadi pelengkap atau hiasan, melainkan harus menjadi penutur ilmu di tengah derasnya arus informasi digital. Pengelola dituntut kreatif, koleksi harus relevan, layanan harus hidup, dan orientasi pengembangan harus jelas.

“Kita ingin pustaka masjid mampu mendekatkan umat kepada keilmuan, adab, dan moderasi beragama. Bondowoso sebagai kota santri harus memiliki literasi yang ikut bersinar,” ujarnya.

Mengakhiri sambutan, beliau berharap pembinaan ini menjadi langkah nyata dalam memajukan literasi keagamaan dan menghidupkan kembali tradisi membaca yang diwariskan para ulama. Kegiatan resmi dibuka dengan pembacaan Bismillahirrahmanirrahim.

Turut hadir dalam acara tersebut sebagai narasumber Ridwanullah dari Masjid Al Azhar Wonosari,  Dinas perpustakaan, Kabid Pembinaan, Ibu Ita.

Kegiatan ini diharapkan memperkuat kapasitas pengelola perpustakaan masjid dan menghadirkan perpustakaan yang lebih modern, relevan, dan bermanfaat bagi masyarakat.