Road to Bimtek Tahap XVII, IPARI Bondowoso Siapkan Penyuluh Agama yang Adaptif dan Profesional
Bondowoso (Inmas)— Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Bondowoso menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Kapasitas Penyuluh Agama Islam pada Selasa, bertempat di Navara Resort, Bondowoso. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Penyuluh Agama Islam se-Kabupaten Bondowoso.
Ketua IPARI Kabupaten Bondowoso, Imam Khuzaeni, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT karena seluruh peserta dapat hadir dan mengikuti kegiatan dalam keadaan sehat.

“Alhamdulillah, dalam keadaan sehat kita dapat berkumpul dan mengikuti kegiatan ini bersama-sama,” ujarnya.
Ia melaporkan bahwa jumlah Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Bondowoso sebanyak 116 orang, yang terdiri dari 4 orang PNS, 24 orang CPNS, dan selebihnya merupakan PPPK. Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan secara mandiri melalui Dana Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan iuran Penyuluh Agama Islam, dengan dukungan kekompakan seluruh anggota.
Menurutnya, Penyuluh Agama Islam memiliki peran strategis yang sangat luas, mencakup berbagai bidang, baik pada lembaga pendidikan formal dan nonformal maupun organisasi kemasyarakatan. Sejak resmi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), IPARI Bondowoso terus melakukan pembenahan dan penguatan program kerja.
“Pada tahun 2025, IPARI Bondowoso fokus pada penguatan media sosial. Saat ini IPARI juga telah memiliki website resmi. Ke depan kami akan terus berbenah untuk kemajuan media digital, dan pada tahun 2026 kami akan memfokuskan penguatan pada administrasi,” jelasnya.
Ia berharap melalui kegiatan bimtek ini, para penyuluh dapat meningkatkan kompetensi, memperkuat kerja sama, serta menjadi Penyuluh Agama Islam yang hebat dan profesional.
Sementara itu, sambutan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso yang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Samson Hidayat, S.Ag., M.Pd.I, menekankan pentingnya rasa syukur dan profesionalisme ASN dalam menjalankan tugas.

“Edaran mengenai seragam harian terbaru sudah disampaikan secara resmi. Mohon dibaca, dipahami, dan ditindaklanjuti. Penyuluh Agama Islam sebagai ASN harus menjadi teladan di lingkungan masing-masing, baik dalam perilaku maupun dalam berpakaian yang rapi dan sopan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa Penyuluh Agama Islam merupakan ujung tombak Kementerian Agama dalam menyampaikan informasi dan pembinaan kepada masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kemampuan digital menjadi sebuah keniscayaan.
“Digitalisasi sangat penting. Konten yang dikelola IPARI semakin hari semakin berkembang dan berdampak positif bagi masyarakat Bondowoso. Penyuluh tidak hanya hadir secara langsung di lapangan, tetapi juga dapat menyampaikan pesan keagamaan melalui media sosial dengan konten yang variatif, positif, dan menguatkan moderasi beragama,” tambahnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang telah mengantarkan Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso meraih penghargaan tingkat nasional berkat pengelolaan media sosial yang baik dan profesional.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Tim PWI IPARI Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Ubaidillah, S.E., M.AB, beserta jajaran. Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas dan profesionalisme Penyuluh Agama Islam di Kabupaten Bondowoso.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para Penyuluh Agama Islam semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, profesional dalam bekerja, serta mampu bersinergi untuk meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat. (Tim)



