Serunya Siswa MAN Bondowoso Belajar Kimia melalui Praktikum Pembuatan Ice Putar
Bondowoso (Humas) – Jumat (18/9/2026), siswa kelas XII Unggulan Akademik MAN Bondowoso mengikuti praktikum mata pelajaran Kimia dengan materi sifat koligatif larutan, khususnya penurunan titik beku. Pembelajaran dikemas secara menarik melalui praktik pembuatan ice putar sebagai bentuk penerapan konsep Kimia dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memahami bagaimana penurunan titik beku dapat terjadi. Tidak hanya mempelajari konsep melalui teori dan perhitungan, siswa diajak mengamati proses secara langsung melalui tahapan pembuatan ice putar.
Dengan bimbingan guru Kimia, Bapak Nanang Qazim, siswa melakukan praktikum secara berkelompok. Mereka menyiapkan bahan dan peralatan, mengikuti prosedur yang telah ditentukan, kemudian mengamati perubahan yang terjadi selama proses pembuatan ice putar. Setiap tahapan menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk menghubungkan teori sifat koligatif larutan dengan fenomena yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Guru Kimia MAN Bondowoso, Bapak Nanang Qazim, menjelaskan bahwa praktikum tersebut dirancang agar siswa tidak hanya menghafal konsep dan rumus, tetapi juga memahami penerapannya secara nyata.
“Melalui praktikum ini, siswa diajak untuk memahami konsep penurunan titik beku secara langsung. Harapannya, mereka tidak hanya mengetahui rumusnya, tetapi juga memahami mengapa dan bagaimana fenomena tersebut dapat terjadi. Pembuatan ice putar menjadi salah satu contoh sederhana yang dapat membantu siswa menghubungkan konsep Kimia dengan kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Salah satu siswa kelas XII Unggulan Akademik, Naely Salsabila, mengaku senang mengikuti pembelajaran Kimia melalui praktikum tersebut. Menurutnya, kegiatan praktik membuat materi yang dipelajari menjadi lebih mudah dipahami karena dapat melihat langsung proses yang terjadi.
“Menurut saya praktikum ini seru dan membuat materi yang awalnya terlihat sulit menjadi lebih mudah dipahami. Kami bisa melihat langsung bagaimana proses penurunan titik beku terjadi melalui pembuatan ice putar. Selain belajar Kimia, kami juga bisa bekerja sama dengan teman-teman dan menikmati proses praktikumnya,” ungkap Naely.
Selain memperkuat pemahaman konsep, praktikum juga melatih keterampilan siswa dalam melakukan eksperimen. Siswa belajar menyiapkan bahan, mengikuti prosedur kerja, melakukan pengamatan, mencatat hasil, hingga menarik kesimpulan berdasarkan proses yang telah dilakukan.
Kegiatan secara berkelompok juga menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan bekerja sama, berkomunikasi, dan bertanggung jawab. Suasana praktikum yang dikemas secara aplikatif membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa.
Melalui kegiatan tersebut, MAN Bondowoso terus mendorong pembelajaran yang mengintegrasikan teori dan praktik. Dengan demikian, siswa diharapkan tidak hanya mampu memahami materi Kimia secara konseptual, tetapi juga dapat melihat keterkaitan ilmu yang dipelajari dengan berbagai fenomena dalam kehidupan sehari-hari.
(Humas MAN Bondowoso)




