Sinergi KUA Sumberwringin, TNI, dan Mahasiswa Unej Sukseskan Pengukuran Arah Kiblat Melalui Rashdul Kiblat
BONDOWOSO – KUA Kecamatan Sumberwringin kembali menggelar kegiatan pengukuran arah kiblat melalui metode Rashdul Kiblat dengan melibatkan personel TNI dan mahasiswa Unej di sejumlah titik lokasi di Kecamatan Sumberwringin, Kabupaten Bondowoso, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia Berkiblat yang digagas Kementerian Agama RI dalam rangka memastikan arah kiblat masjid dan mushala sesuai dengan posisi Ka'bah secara ilmiah dan akurat melalui fenomena astronomi ketika Matahari tepat berada di atas Ka'bah.
Kepala KUA Kecamatan Sumberwringin, Toni, S.H.I., mengatakan, pelaksanaan Rashdul Kiblat pada hari kedua tanggal 16 Juli 2026 difokuskan untuk menyisir lokasi-lokasi yang belum sempat dilakukan pengukuran pada tanggal 16 Juli 2026 kemarin.
"Alhamdulillah pelaksanaan kegiatan Rashdul Kiblat bersama TNI dan mahasiswa yang disebar menjadi tujuh tim berjalan lancar dan sukses. Hari ini kami menyelesaikan pengukuran di lokasi-lokasi yang belum terjangkau pada hari pertama," ujar Toni.
Ia menjelaskan, tujuh lokasi yang menjadi sasaran pengukuran meliputi mushala dan masjid di lingkungan Kantor KUA Kecamatan Sumberwringin, Posramil 0822/12, Marshalling Area Yonif TP 537/Tunggul Wulung, Posko KKN Unej, Masjid Babul Firadus Sumbergading dan musholla sekitar.
Menurutnya, keterlibatan lintas sektor menjadi bukti bahwa pelayanan keagamaan tidak hanya menjadi tanggung jawab KUA, tetapi juga membutuhkan dukungan berbagai pihak demi memberikan kepastian arah kiblat kepada masyarakat.
"Kami mengapresiasi sinergi yang terjalin bersama TNI dan adik-adik mahasiswa. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pelayanan keagamaan dapat dilakukan secara gotong royong. Harapan kami, seluruh masjid dan mushala di Kecamatan Sumberwringin memiliki arah kiblat yang benar sehingga masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan lebih tenang dan yakin," tambahnya.
Ia juga menegaskan, metode rashdul kiblat merupakan cara ilmiah yang memiliki tingkat akurasi tinggi karena memanfaatkan fenomena Matahari tepat berada di atas Ka'bah. Pada saat itulah bayangan benda yang berdiri tegak akan menunjukkan arah kiblat secara presisi.
"Momentum ini hanya terjadi dua kali dalam setahun sehingga sangat sayang apabila tidak dimanfaatkan. Kami mengajak seluruh pengurus masjid dan mushala serta masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai bentuk ikhtiar menyempurnakan arah kiblat tempat ibadah," jelasnya.
Salah seorang mahasiswa yang turut menjadi relawan pengukuran mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti kegiatan tersebut.
"Kami belajar secara langsung bagaimana teori ilmu falak diterapkan di lapangan. Selain membantu masyarakat, kegiatan ini juga menambah wawasan kami mengenai pentingnya akurasi arah kiblat dalam pelaksanaan ibadah," ungkap salah satu mahasiswa
Senada dengan itu, salah seorang anggota TNI yang terlibat menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung berbagai program pelayanan masyarakat yang dilaksanakan KUA Kecamatan Sumberwringin.
"Kami merasa bangga bisa ikut berpartisipasi dalam kegiatan sosial-keagamaan seperti ini. Sinergi antara TNI, KUA, mahasiswa, dan masyarakat diharapkan terus terjalin demi memberikan manfaat yang lebih luas," katanya.
Menanggapi pelaksanaan kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sumberwringin, Holilur Rahman, S.Pd.I., mengatakan pengukuran arah kiblat melalui metode Rashdul Kiblat bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan bagian dari implementasi nyata kebijakan Kementerian Agama dalam memberikan pelayanan keagamaan yang berkualitas kepada masyarakat.
"Kegiatan Rashdul Kiblat ini merupakan wujud nyata implementasi regulasi pemerintah dan Kementerian Agama dalam memastikan arah kiblat masjid maupun mushala sesuai dengan kaidah syariat dan perhitungan ilmiah. Karena itu, melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, mahasiswa hingga masyarakat agar pelaksanaannya berjalan optimal dan memberikan manfaat yang luas," ujar Holilur Rahman saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, akademisi, dan masyarakat menunjukkan bahwa pelayanan keagamaan dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong dan kebersamaan.
"Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk terus diperkuat. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, proses edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat menjadi lebih efektif. Kami berharap ke depan semakin banyak masjid dan mushala yang memanfaatkan momentum Rashdul Kiblat sebagai sarana memastikan arah kiblatnya telah benar," jelasnya.
Lebih lanjut, Holilur Rahman berharap kegiatan serupa dapat menjadi agenda berkelanjutan sehingga kesadaran masyarakat terhadap pentingnya akurasi arah kiblat terus meningkat.
"Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti pada momen Rashdul Kiblat tahun ini saja. Ke depan, KUA akan terus memberikan pendampingan dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga kualitas pelayanan keagamaan semakin baik serta memberikan rasa tenang dan keyakinan kepada umat Islam dalam melaksanakan ibadah," tutupnya.
Penulis: Ali Wafi



