Sowan ke Nurul Jadid, MAN Bondowoso Perkuat Akidah dan Semangat Belajar Siswa Kelas XII
Bondowoso (Humas) – Kamis (22/10/2026), siswa kelas XII MAN Bondowoso melaksanakan sowan ke Pondok Pesantren Nurul Jadid sebagai bagian dari rangkaian rihlah ilmiah. Kegiatan diawali dengan salat Subuh berjamaah di Masjid Universitas Nurul Jadid, kemudian dilanjutkan dengan sowan di aula utama Pondok Pesantren Nurul Jadid. Rombongan siswa diterima langsung oleh Gus Muhammad Imdad Robbani, putra sulung pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid.
Dalam tausiyahnya, Gus Muhammad Imdad Robbani menyampaikan pentingnya memahami agama Islam secara utuh melalui tiga aspek kehidupan, yakni pikiran, perbuatan, dan perasaan. Ketiganya berkaitan dengan akidah sebagai fondasi iman, fikih sebagai pedoman dalam menjalankan ajaran Islam, serta akhlak sebagai wujud pengamalan nilai-nilai ihsan dalam kehidupan sehari-hari. Pemahaman agama tidak cukup berhenti pada pengetahuan, tetapi harus membentuk cara berpikir, membimbing tindakan, dan menumbuhkan penghayatan dalam kehidupan.
Beliau juga menjelaskan pentingnya mempelajari al-furūḍ al-‘ainiyyah, yaitu ilmu-ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim. Kewajiban tersebut tidak terbatas pada pengetahuan dasar, tetapi bersifat dinamis dan terus berkembang sesuai kebutuhan serta perjalanan kehidupan seseorang. Oleh karena itu, para siswa diharapkan senantiasa memperdalam ilmu agama seiring bertambahnya usia dan meningkatnya jenjang pendidikan.

Dalam menjelaskan dasar akidah, Gus Muhammad Imdad Robbani mengutip firman Allah Swt. dalam Al-Qur’an, “Fa‘lam annahu lā ilāha illallāh”, yang berarti, “Maka ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah.” Ayat tersebut menegaskan pentingnya proses mengetahui dan memahami sebagai jalan menuju keyakinan. Pengetahuan yang diperoleh sejak jenjang pendidikan dasar hingga pendidikan yang lebih tinggi diharapkan semakin membentuk paradigma berpikir serta memperdalam penghayatan iman seseorang.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa meningkatnya jenjang pendidikan hendaknya diiringi dengan semakin berkembangnya pemikiran dan semakin mendalamnya pemahaman akidah. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tetapi juga perlu memperkuat keyakinan dan membentuk pribadi yang mampu menghayati nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala MAN Bondowoso, H. Santoso, S.Ag., M.Pd., mengingatkan para siswa kelas XII agar menjadikan kegiatan sowan sebagai momentum untuk meluruskan dan memperdalam niat dalam menuntut ilmu. Memasuki tahap akhir pendidikan di madrasah, para siswa diharapkan semakin bersungguh-sungguh dalam belajar, khususnya dalam mempersiapkan diri menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Semangat belajar tersebut perlu disertai dengan doa, kedisiplinan, penguatan ibadah, dan konsistensi dalam menjaga kebiasaan baik yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di MAN Bondowoso.

Bapak Santoso juga berharap seluruh siswa kelas XII diberikan kelancaran dan kemudahan dalam menghadapi TKA serta memperoleh hasil terbaik sesuai dengan ikhtiar yang dilakukan. Beliau mengajak para siswa untuk terus berjuang meraih cita-cita setinggi mungkin tanpa melupakan nilai-nilai keagamaan dan akhlak mulia. Dukungan dan doa dari seluruh keluarga besar madrasah diharapkan menjadi penguat bagi siswa dalam menyelesaikan pendidikan dan melangkah menuju masa depan.
Melalui kegiatan sowan ke Pondok Pesantren Nurul Jadid, MAN Bondowoso berharap para siswa memperoleh pengalaman spiritual dan wawasan keagamaan yang bermakna. Penguatan akidah, pendalaman ilmu, serta pembentukan akhlak diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan prestasi akademik. Dengan niat yang lurus, semangat belajar yang terjaga, dan keimanan yang semakin kuat, siswa kelas XII diharapkan mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik serta tumbuh menjadi generasi yang berilmu, beriman, dan berkarakter.
(Humas MAN Bondowoso)




