Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

01 September 2026 Berita 5 Views

The Last Tree Bikin Teater PEDAS MIN 3 Bondowoso Berbuah Juara di Jawa Timur

 

BONDOWOSO – Sebuah pohon menjadi awal cerita sekaligus pesan penting yang dibawa Teater PEDAS Megabond MIN 3 Bondowoso ke panggung tingkat Jawa Timur. Lewat drama The Last Tree, lima murid madrasah tersebut berhasil meraih Juara Harapan 3 dalam ajang East Java Mini Drama Competition 2026 jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Kompetisi itu digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Pendidikan Madrasah, sebagai bagian dari rangkaian Expo Madrasah se-Jawa Timur 2026.

Bukan sekadar soal kemampuan berbahasa Inggris, ajang tersebut juga menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan kemampuan akting, ekspresi, kreativitas, dan kerja sama tim. Peserta ditantang menyampaikan sebuah cerita sekaligus membawa pesan moral yang dekat dengan kehidupan, salah satunya tentang kepedulian terhadap lingkungan.

Kompetisi mengusung tema “Bridging Eras: Global Heritage and Green Action on Stage”. Peserta diajak menghubungkan warisan budaya dengan kehidupan modern. Sementara untuk jenjang MI, tema yang diangkat adalah “A Modern Story about Environmental Conservation”.

Tema itu kemudian diterjemahkan Teater PEDAS Megabond melalui drama The Last Tree. Aulia, Hikam, Adi, Akbar, dan Rafa tampil membawa cerita tentang lingkungan dengan kemasan yang ringan, menghibur, tetapi tetap menyimpan pesan yang kuat.

Cerita bermula dari seorang CEO yang berencana menebang sebuah pohon demi membangun kawasan real estate, pusat perbelanjaan, dan hotel. Namun, rencana tersebut berubah ketika badai tornado datang. Pohon yang sebelumnya hendak ditebang justru menjadi tempat berlindung bagi sang CEO.

Cerita semakin menarik ketika muncul kisah tentang pohon yang seolah-olah berhantu. Di balik itu, ternyata ada strategi warga untuk menyelamatkan pohon tersebut dari ancaman penebangan.

Dari cerita sederhana itu, Teater PEDAS Megabond membawa satu pesan yang menjadi inti pertunjukan: “Satu pohon, seribu kehidupan, esok hari.”

Jalan menuju babak final juga tidak bisa dibilang mudah. Pada tahap penyisihan yang digelar secara daring, Teater PEDAS Megabond harus bersaing dengan 164 regu dari berbagai Madrasah Ibtidaiyah di Jawa Timur. Total peserta yang terlibat mencapai sekitar 820 murid.

Setelah melalui proses seleksi dan penilaian, MIN 3 Bondowoso berhasil menembus 10 besar regu terbaik tingkat MI se-Jawa Timur. Tiket tersebut sekaligus membawa Teater PEDAS Megabond tampil di babak final yang berlangsung secara luring di Aula Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

Di babak penilaian, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu perhatian utama. Dewan juri menilai pronunciation, grammar, fluency, vocabulary, serta ketepatan penggunaan Bahasa Inggris. Penilaian tidak berhenti pada aspek kebahasaan. Kesesuaian tema, ekspresi, kreativitas, kerja sama tim, hingga kekuatan pesan yang disampaikan lewat pertunjukan juga ikut diperhitungkan.

Pada babak final, Teater PEDAS Megabond kembali tampil bersama sembilan regu terbaik lainnya. Lima murid MIN 3 Bondowoso tampil percaya diri membawa The Last Tree hingga akhirnya berhasil meraih Juara Harapan 3.

Atas capaian tersebut, MIN 3 Bondowoso memperoleh trofi, piagam penghargaan, serta uang pembinaan.

Prestasi ini sekaligus memperlihatkan bahwa belajar Bahasa Inggris tidak harus selalu berlangsung di balik meja dan buku pelajaran. Bahasa bisa dipraktikkan lewat seni pertunjukan, sekaligus menjadi cara untuk mengajak murid memahami persoalan di sekitar mereka. Dalam The Last Tree, kemampuan berbahasa, seni peran, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan bertemu dalam satu panggung.

Di balik capaian tersebut, ada proses panjang yang melibatkan murid, pembimbing, guru, orang tua, tim kreatif, serta keluarga besar MIN 3 Bondowoso. Dukungan dan kerja bersama itulah yang mengantarkan Teater PEDAS Megabond hingga ke panggung final tingkat Jawa Timur.

Capaian ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi murid-murid MIN 3 Bondowoso untuk terus berani tampil, mengembangkan kreativitas, dan mengejar prestasi. Lebih dari itu, pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mencintai budaya Indonesia diharapkan tidak berhenti di atas panggung, tetapi ikut tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.