Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

24 June 2026 Berita 44 Views

Workshop Kompetensi Digital Dorong Penguatan Kualitas Pengawasan Pendidikan di Kemenag Bondowoso

Bondowoso (Pendma) – Semangat belajar para pengawas pendidikan di Kabupaten Bondowoso kembali terpancar. Sebanyak 29 Pengawas Madrasah dan Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAIS) berkumpul dalam kegiatan Workshop Meningkatkan Kompetensi Digital untuk Pengawasan yang Efektif dan Inspiratif, yang digelar di Aula Harmony Sukowiryo, Bondowoso, pada Selasa (24/6/2026).

 

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Kabupaten Bondowoso ini merupakan bagian dari persiapan menyambut Tahun Pelajaran 2026/2027. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI., didampingi Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma), Kasi PAIS, dan Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren).

 

Ketua Panitia dalam sambutannya mengingatkan bahwa di era serba digital ini, pengawas tidak boleh tertinggal dari arus perkembangan teknologi.

 

"Melalui kegiatan ini diharapkan para pengawas semakin menguasai teknologi digital dan menjadi pengawas yang inspiratif. Jangan sampai ada pengawas yang terkena TBC, yaitu Tidak Bisa Komputer," selorohnya, disambut tawa dan antusias para peserta.

 

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso dalam arahannya memberikan apresiasi hangat kepada para pengawas yang dinilai konsisten dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme. Ia menegaskan bahwa semangat belajar yang terus tumbuh di kalangan pengawas merupakan modal utama dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang. Terlebih, kegiatan peningkatan kompetensi ini telah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan setiap semester, sebuah bukti nyata komitmen yang patut diapresiasi.

 

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pengawasan pendidikan yang berkualitas di era digital harus berdiri di atas tiga pilar utama. Pertama, pengawasan berbasis data, di mana setiap rekomendasi dan keputusan lahir dari informasi yang valid, objektif, serta dapat dipertanggungjawabkan. Kedua, pengawasan berbasis kolaborasi, yang mengedepankan sinergi erat antara pengawas, kepala madrasah, guru, pemangku kepentingan, dan masyarakat. Ketiga, pengawasan berbasis inovasi, yang mendorong pengawas untuk selalu hadir dengan solusi segar dan terobosan nyata dalam menjawab persoalan pendidikan.

 

Ia juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan seorang pengawas bukan semata terletak pada tumpukan berkas administrasi, melainkan pada seberapa besar kontribusinya dalam menggerakkan perubahan positif di satuan pendidikan yang dibinanya. Pengawas, tegasnya, harus mampu menjadi magnet perubahan, mitra strategis yang menghadirkan pendampingan, inspirasi, dan solusi bagi kemajuan pendidikan.

 

"Pengawas harus mampu menjadi penggerak perubahan dan memberikan manfaat nyata bagi madrasah serta lembaga pendidikan yang dibinanya," tegasnya penuh semangat.

 

Tak hanya menjadi ajang peningkatan kompetensi, kegiatan ini juga diwarnai momen haru pelepasan salah satu Pengawas Madrasah yang telah memasuki masa purna tugas. Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan begitu terasa sepanjang acara berlangsung.(Pengawas, Tim)