Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

12 February 2026 Berita 158 Views

Kakanwil Kemenag Jatim Luncurkan SIMASHUR di Bondowoso, Perkuat Budaya Kerja Transparan dan Berintegritas

Bondowoso (Inmas) — Semangat pembaruan dan transformasi birokrasi mewarnai MAN Bondowoso, Kamis (12/2/2026), saat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Moh. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I., secara resmi meluncurkan SIMASHUR (Sistem Informasi Manajemen Aktivitas dan Jurnal Kerja Harian ASN) Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso.

Peluncuran aplikasi ini menjadi tonggak penting dalam penguatan tata kelola kinerja ASN di lingkungan Kankemenag Bondowoso. SIMASHUR dirancang sebagai sistem digital yang membantu ASN mencatat aktivitas dan jurnal kerja harian secara terintegrasi dengan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dan Perjanjian Kinerja, sehingga pelaporan kinerja menjadi lebih tertib, terukur, dan selaras dengan target organisasi.

Inovasi ini juga merupakan bagian dari komitmen memperkuat Reformasi Birokrasi serta pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Kepala Kankemenag: Inovasi untuk Budaya Kerja yang Lebih Disiplin

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa hormat atas kehadiran Kakanwil Kemenag Jatim beserta jajaran.

“Kehadiran Bapak Kakanwil menjadi penyemangat untuk terus berbenah dan berinovasi. SIMASHUR diharapkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola sekaligus pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, aplikasi ini bukan sekadar alat administrasi, tetapi instrumen pembentuk budaya kerja yang disiplin, transparan, dan bertanggung jawab.

Kakanwil: Digitalisasi Harus Dibarengi Integritas

Sementara itu, Kakanwil Kemenag Jatim mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan jajaran Kemenag Bondowoso. Menurutnya, pemanfaatan teknologi dalam manajemen kinerja merupakan keniscayaan dalam membangun birokrasi yang adaptif dan profesional.

“Digitalisasi akan efektif jika dibarengi komitmen dan integritas. Dengan sistem yang terintegrasi, kontribusi setiap ASN terhadap capaian lembaga dapat terlihat lebih jelas dan terukur,” tegasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh para pejabat di lingkungan Kankemenag Bondowoso, termasuk Kasubag TU dan para Kepala Seksi, pengawas madrasah, pengurus Kelompok Kerja Madrasah (KKM), serta kepala madrasah negeri se-Kabupaten Bondowoso.

Dirangkai Seminar ASN dan Pendidikan

Momentum peluncuran SIMASHUR juga dirangkai dengan seminar penguatan bagi ASN MAN Bondowoso. Forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kapasitas aparatur, dengan penekanan pada integritas, kedisiplinan, serta pelayanan prima dalam mendukung Zona Integritas dan peningkatan mutu pendidikan.

Selain itu, digelar pula seminar pendidikan bertema “Mengajar dengan Cinta, Mendidik dengan Makna.” Seminar ini mengajak para pendidik untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan keteladanan. 

Awal 2026, MAN Bondowoso Panen Prestasi

Dalam forum tersebut, turut dipaparkan berbagai capaian membanggakan MAN Bondowoso di awal tahun 2026.

* Juara 1 Nasional (Medali Emas) Young Scientist Competition oleh Cendikia Academy (Bidang Riset)
* Juara 2, Juara 3, dan Juara Harapan 1 Olimpiade Matematika tingkat Provinsi Jawa Timur di Lumajang (Bidang Akademik)
* Juara 1 Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) 10 Juz se-Jawa dan Madura di UIN KHAS Jember (Bidang Keagamaan)
* Juara Harapan 1 Lomba Melukis tingkat Jawa Timur(Bidang Seni)
* Duta Genre Kabupaten Bondowoso (Juara 1 Putra, Juara 1 Putri, dan Juara 3 Putri) (Bidang Sosial)

Prestasi lintas bidang tersebut menunjukkan bahwa penguatan tata kelola birokrasi berjalan seiring dengan peningkatan mutu pendidikan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan karakter Qur’ani, MAN Bondowoso juga menjalankan Program Beasiswa Tahfidz, berupa pembebasan biaya pendidikan selama satu tahun bagi siswa kelas Tahfidz yang mampu menyelesaikan hafalan minimal lima juz Al-Qur’an.

Peluncuran SIMASHUR yang dirangkai dengan seminar ASN dan pendidikan ini menjadi momentum kolaboratif antara penguatan manajemen birokrasi dan peningkatan kualitas madrasah. Sinergi tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan pendidikan dan keagamaan yang semakin profesional, transparan, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.(Tim)