Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

07 July 2026 Berita 7 Views

Kemenag Bondowoso Optimalkan Sistem Deteksi Dini melalui Bimtek Implementasi EWS SIRUKUN

Bondowoso (Bimas) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Implementasi Early Warning System (EWS) SIRUKUN sebagai instrumen sistem deteksi dini konflik sosial berdimensi keagamaan. Kegiatan yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting pada Selasa (7/7/2026) tersebut dipusatkan di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso.

 

Bimtek ini merupakan kolaborasi antara Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dengan Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem deteksi dini sekaligus meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama di Jawa Timur.

 

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, S.Ag., M.HI., bersama Kasubbag Tata Usaha, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, perwakilan Kepala KUA Kecamatan, penyuluh agama, serta penghulu.

Dalam arahannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. H. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I., menegaskan bahwa pelaksanaan bimtek ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi seluruh jajaran Kementerian Agama untuk menjaga kerukunan umat beragama melalui penguatan sistem deteksi dini terhadap potensi konflik sosial yang berdimensi keagamaan.

 

Ia menyampaikan bahwa Kementerian Agama terus berkomitmen menguatkan moderasi beragama dan menjaga harmoni sosial melalui pengembangan sistem deteksi dini sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 332 Tahun 2023. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembentukan Tim Pencegahan Konflik Sosial Berdimensi Keagamaan (PKSBK) secara berjenjang mulai dari tingkat pusat hingga kecamatan.

 

Di Jawa Timur, Tim PKSBK telah terbentuk di seluruh 38 kabupaten/kota dan ratusan kecamatan. Keberadaan tim ini menjadi kekuatan penting dalam membangun koordinasi serta mempercepat langkah pencegahan terhadap potensi konflik melalui pendekatan yang terukur, responsif, dan kolaboratif.

 

Untuk mendukung pelaksanaan tugas tersebut, Kementerian Agama mengembangkan aplikasi EWS SIRUKUN sebagai media pelaporan dan penyampaian informasi secara real time. Melalui aplikasi ini, informasi mengenai potensi kerawanan sosial berdimensi keagamaan dapat segera diterima oleh pimpinan sehingga langkah mitigasi dan penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan sesuai prosedur.

 

Menutup sambutannya, Kakanwil mengimbau seluruh peserta agar mengikuti bimbingan teknis dengan penuh kesungguhan sehingga mampu menguasai penggunaan aplikasi EWS SIRUKUN secara optimal. Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab moral dan profesional dalam menyampaikan informasi yang akurat, objektif, serta sesuai mekanisme, sehingga sistem ini dapat berfungsi secara maksimal dalam mendukung terwujudnya kerukunan umat beragama di Jawa Timur.(Tim)