Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

03 November 2025 Berita 87 Views

Rakor Kemenag se-Jatim di Sumenep: Bekerja dengan Hati, Melayani dengan Syukur

Sumenep (Inmas)– Lapangan MAN 1 Sumenep sore itu ramai. Kepala Kantor Kemenag dari seluruh Jawa Timur berolahraga bersama. Ada yang main voli. Ada yang futsal. Ada yang seru di meja pingpong.

Tawa lepas terdengar. Peluh bercucuran. Tapi suasana akrab justru mengalir. Inilah pembuka Rapat Koordinasi Kepala Kemenag Kabupaten/Kota se-Jawa Timur yang digelar 31 Oktober hingga 1 November 2025.

Kepala Kemenag Bondowoso, Dr. H. Moh. Ali Masyhur, ikut turun lapangan. Hadir, berbaur, dan aktif berdiskusi. Bagi dia, rakor bukan sekadar rapat. Tapi wadah menyatukan langkah, meneguhkan komitmen melayani umat.

Malamnya, forum resmi dibuka. Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Dr. H. Akhmad Sruji Bachtiar, memberi pesan menyejukkan.
“Bersyukur adalah bagian dari dikuatkan oleh Allah,” ujarnya. “Hidup tak selalu mudah. Tapi di balik ujian, ada kedewasaan dan kebahagiaan.”

Sruji mengingatkan: jangan menuntut orang memahami kita. Belajarlah memahami orang lain. Dari situlah harmoni tumbuh.

Ia juga menyinggung riset terhadap 2.300 responden. Hasilnya mengejutkan. Kunci kebahagiaan bukan pada promosi atau pujian. Tapi pada kerja dengan hati. Kerja karena Allah.

Di forum itu, isu strategis juga dibahas. Tentang pentingnya data madrasah yang terintegrasi dan akurat. Data yang hidup. Data yang jadi dasar kebijakan. Sinergi lintas sistem menjadi kunci untuk pendidikan madrasah yang transparan dan efektif.

Kakanwil lalu mengajak peserta merenung. Ia menukil Surat Al-Mu’minun ayat 1–11. Tentang iman, salat khusyuk, menjauhi hal sia-sia, dan rasa syukur. Ia bahkan menggagas pelatihan “Salat Khusyuk” bagi ASN Kemenag.

“Qalbun salim,” ujarnya mengutip Imam Al-Ghazali. “Hati yang bersih. Itu puncak dari keikhlasan.”

Rakor dua hari di Sumenep ini bukan hanya menyamakan program. Tapi juga menguatkan jiwa. Mengingatkan bahwa kerja ASN Kemenag bukan sekadar tugas, tapi ibadah yang lahir dari hati penuh syukur.(tim)