Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

13 October 2026 Berita 33 Views

Bedah Buku Desainer Madrasah Badean, Ungkap Filosofi Keikhlasan di Balik Kemajuan MAN Bondowoso

Bondowoso (Humas) – Selasa (13/10/2026), MAN Bondowoso menggelar kegiatan bedah buku Desainer Madrasah Badean karya Dr. Suheri, M.Pd.I., yang juga merupakan purna rektor Universitas At-Taqwa Bondowoso. Bertempat di Aula Utama MAN Bondowoso, kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni penulis buku Dr. Suheri, M.Pd.I., dan Abah Kiai Imam Barmawi Burhan, yang pernah menjabat sebagai Kepala MAN Bondowoso pada masa kepemimpinan yang dibahas dalam buku tersebut.

Kegiatan ini menjadi momentum untuk menggali kembali perjalanan kepemimpinan dan perkembangan MAN Bondowoso, sekaligus merefleksikan nilai-nilai yang menjadi fondasi dalam membangun madrasah. Melalui diskusi tersebut, peserta diajak memahami bahwa kemajuan lembaga pendidikan tidak hanya ditentukan oleh program dan kebijakan, tetapi juga oleh ketulusan niat, konsistensi tindakan, serta keteladanan seorang pemimpin.

Kepala MAN Bondowoso, H. Santoso, S.Ag., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan bedah buku Desainer Madrasah Badean. Menurutnya, kegiatan ini menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari kembali perjalanan dan nilai-nilai kepemimpinan yang telah memberikan kontribusi bagi perkembangan MAN Bondowoso. Ia berharap, pemikiran dan pengalaman yang dibahas dalam buku tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus berbenah, berinovasi, serta melanjutkan berbagai hal baik yang telah dirintis sebelumnya.

 

Santoso juga menekankan pentingnya menjadikan pengalaman kepemimpinan masa lalu sebagai bekal dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan. Dengan memahami proses dan perjuangan para pendahulu, keluarga besar MAN Bondowoso diharapkan semakin termotivasi untuk menjaga komitmen, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan kualitas madrasah secara berkelanjutan.

Salah satu nilai utama yang mengemuka dalam pembahasan buku adalah keikhlasan sebagai fondasi kepemimpinan. Dalam menjalankan amanah, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki gagasan besar, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat melalui kerja nyata. Keikhlasan menjadi landasan untuk terus berjuang, menjalankan program, dan menghadapi berbagai tantangan dalam proses mengembangkan madrasah.

Selain itu, konsep dream, pray, action turut menjadi bagian penting dalam diskusi. Prinsip tersebut menggambarkan bahwa cita-cita dan visi perlu disertai doa serta diwujudkan melalui tindakan nyata. Dalam konteks pengelolaan madrasah, setiap rencana membutuhkan komitmen, kerja keras, dan keteladanan agar dapat terlaksana secara berkelanjutan.

Abah Kiai Imam Barmawi Burhan juga dibahas sebagai sosok pemimpin yang memiliki ide-ide kreatif dan berani menghadirkan terobosan. Gagasan yang pada awalnya mungkin dipandang tidak biasa, justru dapat menjadi langkah penting dalam membangun madrasah yang memiliki keunggulan. Salah satu program yang menjadi contoh adalah Praktek Kerja Lapangan Keagamaan (PKLA), yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara langsung di tengah masyarakat sekaligus mengamalkan nilai-nilai keagamaan.

Pembahasan tersebut menegaskan bahwa inovasi dalam pendidikan membutuhkan keberanian untuk melangkah melampaui kebiasaan. Namun, gagasan kreatif harus diiringi dengan keikhlasan, kesungguhan dalam pelaksanaan, serta keteladanan dari pemimpin. Dengan demikian, program yang dijalankan tidak berhenti sebagai rencana, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi perkembangan madrasah dan pembentukan karakter siswa.

Dalam forum tersebut, kedua narasumber juga mengakui perkembangan MAN Bondowoso yang semakin pesat. Kemajuan yang terlihat saat ini merupakan hasil dari proses panjang, kerja keras, dan keikhlasan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan madrasah. Capaian tersebut tidak hadir secara instan, melainkan melalui rangkaian upaya yang dibangun dari waktu ke waktu.

Refleksi atas perkembangan tersebut juga menjadi pengingat bagi kepemimpinan saat ini dan generasi penerus bahwa capaian yang telah diraih harus terus dijaga dan ditingkatkan. Setiap periode kepemimpinan memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan hal-hal baik, memperbaiki kekurangan, serta menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tantangan zaman.

Ke depan, MAN Bondowoso diharapkan mampu mencapai standar keunggulan yang mencakup aspek dunia dan akhirat. Madrasah tidak hanya dituntut menghasilkan prestasi akademik dan nonakademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter religius, berakhlak mulia, serta mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Melalui bedah buku Desainer Madrasah Badean, MAN Bondowoso memperoleh kesempatan untuk menengok kembali perjalanan kepemimpinan masa lalu sekaligus mengambil pelajaran bagi masa depan. Nilai keikhlasan, keteladanan, keberanian berinovasi, serta semangat dream, pray, action menjadi pesan penting dalam melanjutkan upaya mewujudkan madrasah yang unggul, berprestasi, dan tetap berpegang pada nilai-nilai keislaman.

(Humas MAN Bondowoso)