Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

14 October 2026 Berita 31 Views

Musda LPTQ Bondowoso 2026, Satukan Langkah Memperkuat Tradisi Qur’ani di Tengah Masyarakat


BONDOWOSO (Humas) — Penguatan pembinaan Al-Qur’an membutuhkan komitmen bersama, tidak hanya untuk melahirkan generasi berprestasi, tetapi juga menumbuhkan pribadi yang berakhlak mulia dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan. Semangat inilah yang menjadi salah satu perhatian dalam Musyawarah Daerah (Musda) Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Bondowoso Tahun 2026.

Musda yang digelar di Sabha Bina Praja, Rabu (14/10/2026), mengangkat tema “Optimalisasi Peran dan Kinerja LPTQ dalam Mewujudkan Bondowoso Berkah yang Qur’ani”. Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, merumuskan program ke depan, sekaligus memperkuat peran LPTQ dalam mengembangkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, H. Moh. Ali Masyhur, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Wawan Setiawan, perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bondowoso, serta panitia dan peserta Musda.

Dalam sambutan Bupati Bondowoso, H. Abdul Hamid Wahid, yang dibacakan oleh Wawan Setiawan, ditegaskan bahwa Musda memiliki peran penting dalam menentukan arah pengembangan LPTQ. Forum ini diharapkan tidak berhenti pada evaluasi program maupun pembahasan kepengurusan, tetapi mampu melahirkan gagasan dan langkah nyata bagi keberlanjutan pembinaan Al-Qur’an di Bondowoso.

Bupati berharap Musda dapat menghasilkan keputusan yang konkret, program kerja yang terukur, serta kepengurusan yang mampu menjalankan amanah secara profesional. Dengan perencanaan yang baik dan koordinasi yang kuat, LPTQ diharapkan semakin berperan dalam memperluas jangkauan pembinaan hingga ke tengah masyarakat.

Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah pentingnya membangun kolaborasi antara LPTQ, pemerintah daerah, Kementerian Agama, lembaga pendidikan, pondok pesantren, guru ngaji, dan berbagai unsur masyarakat. Keterlibatan banyak pihak menjadi modal penting agar pembinaan Al-Qur’an dapat berlangsung secara berkesinambungan dan menjangkau lebih banyak generasi.

Pembinaan tersebut juga diharapkan tidak semata-mata berorientasi pada persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Lebih jauh, LPTQ diharapkan mampu menumbuhkan budaya mencintai Al-Qur’an melalui pembelajaran, pembiasaan membaca dan menghafal, serta penguatan pemahaman terhadap kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam arah kebijakan pembinaan ke depan, pengembangan tilawah, tahfiz, tafsir, dan cabang musabaqah lainnya perlu terus diperhatikan. Penelusuran potensi generasi muda sejak dini, pembinaan yang konsisten, peningkatan kemampuan qari dan dewan hakim, serta ketersediaan sarana pendukung menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembinaan sekaligus membuka ruang bagi lahirnya prestasi.

Namun, keberhasilan pembinaan Al-Qur’an tidak hanya diukur melalui capaian di arena perlombaan. Nilai yang lebih luas terletak pada tumbuhnya generasi yang memiliki akhlak baik, karakter yang kuat, serta kepedulian terhadap sesama. Dari lingkungan keluarga, lembaga pendidikan, pondok pesantren, hingga kehidupan bermasyarakat, nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan hadir sebagai landasan untuk membangun kehidupan yang rukun dan damai.

Pemerintah Kabupaten Bondowoso, sebagaimana disampaikan dalam sambutan tersebut, berkomitmen mendukung pembinaan keagamaan sesuai kewenangan dan kemampuan keuangan daerah. Dukungan itu perlu berjalan beriringan dengan partisipasi masyarakat, sebab upaya membangun generasi Qur’ani bukan hanya menjadi tanggung jawab satu lembaga, melainkan ikhtiar bersama.

Kepada seluruh peserta Musda, Bupati juga berpesan agar perbedaan pandangan disikapi secara bijaksana dan dijadikan bagian dari proses mencari keputusan terbaik. Musyawarah, kebersamaan, dan kepentingan umat hendaknya menjadi pijakan utama dalam menentukan arah organisasi.

Musda LPTQ Kabupaten Bondowoso Tahun 2026 kemudian dibuka secara resmi oleh Wawan Setiawan, yang mewakili Bupati Bondowoso, dengan pembacaan basmalah.

Melalui forum ini, LPTQ diharapkan semakin kuat dalam menjalankan perannya, baik dalam pembinaan tilawah dan pengembangan prestasi maupun dalam menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Pada akhirnya, semangat Bondowoso Berkah yang Qur’ani diharapkan tidak hanya menjadi tema, tetapi juga tercermin dalam perilaku, akhlak, dan kehidupan masyarakat sehari-hari.(Tim)