Kemenag Bondowoso hadir memberikan layanan keagamaan, pendidikan, dan pembinaan umat yang profesional, inklusif, dan berintegritas tinggi.

16 October 2026 Berita 60 Views

Talk Show Mandalika di MTsN 1 Bondowoso, Kakanwil Kemenag Jatim Tekankan Strategi Mewujudkan Madrasah Unggul Mendunia

Bondowoso, Jumat (16/10/2026) — MTsN 1 Bondowoso menggelar kegiatan Talk Show Mandalika bertema “Strategi Mewujudkan Madrasah Unggul Mendunia” yang menghadirkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Dr. Akhmad Sruji Bachtiar, M.Pd.I., sebagai narasumber. Kegiatan yang berlangsung di Gedung SBSN MTsN 1 Bondowoso ini turut dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso, Dr. H. Mohammad Ali Masyhur, S.Ag., M.H.I., Kasubbag Tata Usaha, Kasi Pendidikan Madrasah, Kasi Bimbingan Masyarakat, serta seluruh kepala satuan kerja di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso.

Dalam pemaparannya, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa mewujudkan madrasah unggul membutuhkan semangat kebersamaan dan kolaborasi seluruh warga madrasah. Kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan harus mampu bekerja secara sinergis tanpa sekat yang menghambat komunikasi dan kerja sama. Menurutnya, kepemimpinan madrasah harus mampu memberikan arah yang jelas, mengelola sumber daya secara efektif, mengambil keputusan secara tepat, serta memastikan setiap program terlaksana dengan baik. Ketaatan dalam organisasi juga perlu diwujudkan melalui kedisiplinan, tanggung jawab, kepatuhan terhadap aturan, dan komitmen dalam menjalankan keputusan bersama secara profesional.

Lebih lanjut, Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur menegaskan, “Kepemimpinan yang dibutuhkan untuk membangun madrasah unggul, bermutu, dan mendunia adalah kepemimpinan yang adaptif dan kolektif. Pemimpin harus mampu menyesuaikan strategi dan kebijakan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan peserta didik, perubahan sosial, serta tantangan pendidikan. Kepemimpinan kolektif tidak bertumpu pada satu orang, melainkan melibatkan seluruh unsur madrasah, mulai dari kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik, komite, orang tua, hingga masyarakat. Madrasah unggul, bermutu, dan mendunia merupakan mimpi besar yang harus diterjemahkan ke dalam visi, target, program, indikator keberhasilan, dan tindakan nyata. Mimpi besar harus diikuti dengan kerja besar, strategi yang tepat, dan konsistensi dalam pelaksanaan.”

Dalam kesempatan tersebut, beliau juga memotivasi para kepala madrasah dan tenaga pendidik untuk terus mengembangkan kompetensi diri. “Kepala madrasah dan guru harus memiliki tiga kemampuan utama, yaitu daya nalar, daya kritis, dan problem solving. Daya nalar diperlukan untuk memahami hubungan sebab-akibat, daya kritis untuk mempertanyakan keadaan secara sehat dan memeriksa asumsi, sedangkan problem solving merupakan kemampuan untuk memecahkan masalah. Ketiga kemampuan ini sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan dan menemukan solusi yang tepat demi peningkatan mutu madrasah,” tegasnya.

Melalui kegiatan Talk Show Mandalika ini, diharapkan para kepala satuan kerja, kepala madrasah, guru, dan tenaga kependidikan memperoleh wawasan serta motivasi baru dalam meningkatkan kualitas kepemimpinan, memperkuat budaya kerja kolaboratif, dan mengembangkan inovasi pendidikan. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk menyamakan visi dan memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan madrasah yang unggul, bermutu, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Dengan sinergi dan kerja nyata seluruh pemangku kepentingan, cita-cita menjadikan madrasah mendunia diharapkan dapat diwujudkan secara berkelanjutan.